Visualisasi Big Data

Pelatihan Infografis, Videografis & Visualisasi Data, CP: 0857 3333 0407.

Visualisasi Big Data

Sebagian besar masyarakat menyebut era saat ini adalah era big data. Dimana semua kebutuhan, kepentingan dan interaksi manusia dilakukan secara digital. Apa sih sebenarnya big data itu? Mengacu pada tulisan Import.io, big data adalah semua informasi dalam jumlah besar yang dikoleksi, dikumpulkan dan dianalisa untuk kebutuhan tertentu melalui fasilitas digital. Ada beberapa faktu unik tentang big data yang semakin bertambah dari hari ke hari, dimana:

  • 1,7 megabyte informasi baru diciptakan oleh manusia setiap detik di tahun 2020.
  • Akumulasi data di alam semesta akan tumbuh dari 4,4 zetabyte, menjadi 44 zetabyte hari ini atau sekitar 44 trilion gigabyte 3 tahun ke depan.
  • Setiap hari kitamenciptakan 2,5 quintrilliun byte data.

Keberadaan big data yang terus tumbuh, membutuhkan kejelian dalam analisa dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu visualisasi big data sangat penting dalam menunjang masa depan manusia.

Ada beberapa pilihan visualisasi big data untuk memudahkan manusia memahami konteks data yang ada di hadapan mereka. Visualisasi big data ini bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan data Anda. Berikut penjelasannya:

1- Peta

Dulu, peta digunakan untuk menunjukkan tempat, mengukur jarak hingga pembelajaran geografi. Namun dengan berkembangnya informasi, peta bisa digunakan untuk memvisualkan big data. Kita bisa mengetahui kepadatan penduduk, pendapatan perkapita, hingga penyebaran virus corona dengan menggunakan visualisasi big data melalui peta. Seringkali visualisasi ini disebut dengan heat map, yaitu membuat gradasi warna peta sesuai dengan jumlah data dan koordinat dalam peta. Berikut contoh sebaran pilihan warga AS saat Donald Trup (Republik-merah) tepilih menjadi Presiden mengalahkan Hillary Clinton (Demokrat-biru) beberapa tahun lalu:

2- Grafik Batang dan Garis

Dua jenis grafik ini adalah visualisasi big data yang everlasting. Dimana grafik batang berfokus untuk komparasi atau perbandingan jumlah. Sedangkan grafik line berfungsi untuk mengetahui kenaikan atau penurunan suatu tren tertentu. Dua grafik ini juga bisa digunakan dalam visualisasi big data karena sangat mudah dipahami oleh siapapun. Berikut adalah contohnya:

3- Scaterplot

Tidak banyak orang yang memahami apa itu scaterplot. Jika saya ditanya, apa itu scaterplot, maka saya akan menjawab scaterplot adalah grafik line tanpa garis. Scaterplot dibikin untuk memahami sebaran data, berdasar posisi dan warnanya. Ini dilakukan jika data yang diambil dari grafik line terlalu banyak dan garis yang ada justru membuat data makin padat. Sebagai contoh, ini adalah grafik hubungan antara pendapatan per kapita (GDP) dengan peluang hidup masyarakat di sebuah negara.

4- Infografis

Infografis adalah bentuk informasi visual yang mampu bercerita. Infografis merupakan bentuk visualisasi big data yang terbanyak hingga saat ini. Infografis dibagian 3x lebih banyak di sosial media dibanding visualisasi big data lainnya. Menurut riset, infografis meningkatkan engagement pembaca Anda terhadap data hingga 41,5%. Mengapa? Karena infografis memadukan data dengan visual serta cerita yang mampu dipahami dengan mudah.

Anda pun bisa mengikuti pelatihan infografis bersama saya dan tim Kreasi Presentasi. Pelatihan ini sudah diikuti oleh lebih dari 328 corporate, kementerian dan BUMN di Indonesia, baik secara online, maupun offline. Silakan menghubungi Bu Isti di 0857 3333 0407 untuk penawaran istimewanya. Berikut adalah contoh hasil pelatihan infografis bersama kami. Klik untuk tahu hasil contoh lainnya:

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment