BLOG

Visual Mengubah Selera

Setiap pagi, sebelum berangkat ke sekolah, istri saya selalu membuatkan Mbak Nada Kumiko makan siang dalam kotak makan. Mbak Nada termasuk anak yang rewel dalam urusan makan. Pilih-pilih. Apalagi untuk makan sayur dan buah. Oleh karena itu istri saya mencoba berbagai siasat untuk mengubah selera Mbak Nada. Dari pembicaraan dengan beberapa orang tua siswa, salah satu cara paling jitu dalam mengubah selera anak dalam makan adalah dengan mengubah tampilan kotak makan siang (obento/お弁当) menjadi ramah bagi mata mereka.

Istri saya pun mulai belajar untuk mengubah tampilan obento Mbak Nada. Berbagai bentuk sayuran disulap menjadi tampak menarik dan membangkitkan selera. Imut dan lucu. Meski harus membutuhkan waktu yang agak lama untuk mendesain kotak makan, tidak masalah, karena ini untuk kesehatan putri kami berdua. Setelah tampilan bento diubah, Mbak Nada pun mulai lahap makan sayur dan buah. Yatta…., berhasil. Ya, ternyata visual mengubah selera manusia..

Salah satu obento Mbak Nada Kumiko

Ah…itu kan anak-anak Pak. Kita kan orang dewasa. Ga seperti itu.” Oya? Coba kita bertanya pada diri sendiri, manakah yang lebih menarik bagi kita, berbicara dengan orang yang visualnya menarik, berbaju rapi dan selalu senyum, dengan orang yang visualnya lusuh, terlihat acak-acakan dan pelit senyum? Tentu kita lebih memilih yang pertama untuk berinteraksi. Itulah pengaruh visual mengubah selera. Di kantor pun, para pegawai diminta untuk mengenakan busana yang rapi. Di sekolah juga tak jauh berbeda. Visual bisa menentukan cara pandang orang lain. Karena yang pertama kali bisa dinilai adalah visual. Jika dari awal sudah tidak menarik, akan sulit bagi kita untuk berinteraksi dengan orang lain lebih jauh.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment