BLOG

Tipe Guru Terbaik

Sabtu, 10 Desember 2011, saya menjadi tim workshop yang diadakan oleh Bintang Pendidikan Indonesia di Surabaya. Pesertanya sekitar 200 guru  SMP Se-Surabaya. Acara workshop ini berisi tentang pelatihan Standart Operational Procedure (SOP) yang belum dimiliki oleh sebagian besar SMP di Surabaya. Meski ada sejumlah SMP yang telah mendapat ISO, namun ternyata sistem SOP dan pelaksanannya masih asing bagi mereka.

Acara ini dipandu oleh Pak Nafik Palil, CEO The Naff School Sidoarjo. Sekolah yang menjadi proyek percontohan nasional. Secara umum acara ini berlangsung sukses, meski ada saja sejumlah guru yang menggerutu, “Buat apa kita belajar SOP, toh gaji kita udah gedhe.” Sontak pernyataan tersebut membuat saya ingin menulis artikel ini.

Tentu kita tahu, kualitas bangsa tergantung dari generasi penerus. Kualitas generasi penerus tergantung dari guru yang membinanya. Sebagus apapun sistem yang dibuat, namun ketika guru tidak mau memberikan yang terbaik maka sistem yang baik tadi sia-sia belaka. Pembelajaran SOP, sistem pengajaran, metode pengajaran atau apapun itu, tanpa peran serta guru sebagai garis depan pembinaan negeri, tentu juga akan sia-sia.

Lalu, bagaimana supaya kita bisa menjadi guru terbaik? Ada tiga tipe guru yang disampaikan Pak Nafik dalam workshop itu. Pertama, tipe guru yang baik, yaitu guru yang menjelaskan. Tipe guru seperti ini dimiliki oleh hampir semua sekolah di negeri kita. Tipe guru pertama ini mementingkan penyampaian ilmu, selesainya materi, namun tidak memperdalam sehingga dirinya tidak mengetahui secara pasti apakah siswa paham atau tidak. Karena dia hanya sekedar menjelaskan. Akhirnya, ilmu yang disampaikan hanya sekedar pengetahuan. Tidak berdampak pada kehidupan nyata.

Akibatnya, ilmu agama sebatas pengetahuan. Departemen Agama misalnya, pernah diklaim sebagai departemen dengan tingkat korupsi tertinggi. Padahal di dalamnya penuh dengan orang yang mengerti agama. Namun sayang, karena agama hanya sekedar pengetahuan, walhasil agama tidak dipraktikkan.

Kedua, tipe guru yang lebih baik, yaitu guru yang mempraktikkan. Apa-apa yang diajarkan tidak hanya dijelaskan, namun juga diwujudkan dalam kehidupan nyata. Jika dirinya mengatakan, “Jangan membuang sampah sembarangan.” Dirinya adalah orang yang pertama melakukan. Jadi apa yang disampaikan sama dengan apa yang diperbuat.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , ,

  • Marniati M, S.Pd

    Pertama, tipe guru yang baik, yaitu guru yang menjelaskan. Tipe guru seperti ini dimiliki oleh hampir semua sekolah di negeri kita. Akhirnya, ilmu yang disampaikan hanya sekedar pengetahuan. Tidak berdampak pada kehidupan nyata.
    ilmu dan karakter dengan cara mengajar tipe ini sangat bagus. Mengapa dikatakan : Tidak berdampak pada kehidupan nyata.???

    Reply
    • Dhony Firmansyah

      Berdampak pada kehidupan nyata, artinya apa yang guru ajarkan berbekas, jadi pemahaman dan dipraktikkan Bu.. 🙂 Sudahkah demikian? Andai demikian, karakter siswa akan jauh lebih mulia..

      Reply

Post a comment