BLOG

Sentuh Audiens dengan Cerita

Dari sekian banyak presentasi yang pernah saya hadiri, ada sejumlah presentasi yang sangat berkesan bagi saya. Presentasi tersebut mampu memainkan emosi dan pikiran saya, hingga seusai presentasi saya menghela napas panjang. Wow. Ternyata dari sekian presentasi yang memukau tersebut ada satu kesamaan pola. Ya pola yang bisa Anda ikuti untuk mendesain presentasi sebaik mereka. Dan pola tersebut adalah sentuh audiens dengan cerita.

Anda tidak perlu menjadi seorang trainer hebat, guru hebat, ataupun dosen dengan berderet gelar untuk menghasilkan sebuah presentasi memukau. Anda cukup menjadi praktisi yang menekuni satu bidang tertentu. Anda cukup menjadi seorang petualang yang mengalami kisah hidup tertentu pula. Anda cukup menyampaikan kisah yang Anda alami sendiri lalu Anda detailkan dengan indah, layaknya seorang aktor yang sedang berakting di depan kamera. Bedanya, jika aktor tidak mengalami hal tersebut dengan nyata, Anda menjalaninya dengan sesungguhnya.

Ya, sebagian besar presentasi memukau datang dari seorang praktisi yang sudah mengalami sendiri perjuangan hidup. Saya selalu terpukau dengan cara presentasi Ridwan Kamil dengan nuansa arsitekturnya, Jamil Azzaini dengan kisah hidupnya, Bob Sadino dengan pengalaman usahanya, Anies Baswedan dengan Indonesia Mengajarnya, serta berderet presenter lain yang mampu menyihir semua panca indera kita agar mengikuti kisah yang penuh perjuangan. Mereka semua menyampaikan kisah dan kisah itu mereka alami sendiri dalam kehidupan. Ya, sentuh audiens dengan cerita.

Lalu bagaimana cara menyajikan sebuah kisah yang bisa menyentuh hati audiens? Jika Anda menyimak baik-baik presentasi sejumlah presenter yang saya sebut di atas, Anda akan menyadari bahwa kisah hidup mereka, bisa saja juga pernah kita alami. Misalkan saja, bermain bola dengan anak. Mungkin bagi kita biasa saja, namun di presentasi mereka, bermain bola dengan anak ternyata menjadi momen “wow” yang bisa membuat audiens meneteskan air mata. Dan yang membuatnya “wow” di dalam presentasi adalah cara penyajiannya. Cara berkisahnya.

Sebagai contoh, ini skrip presentasi tentang bermain bola dengan anak, “Aku memandang putriku yang sedang terbaring di rumah sakit. Jarum infus masih menancap di lengannya. Mbak Nada, usiamu belum genap 2 tahun. Namun dirimu sudah menginap di ruang ini. Setiap hari dokter mendatangimu, menyuntikmu, memberikan obat padamu. Dan saat itu pula, tiap hari aku memelukmu, supaya suntikan antibiotik yang perih itu segera pergi mengiringi tangismu, aku pun selalu mengatakan “Abi cinta kamu nak… sembuh ya nak. Abi ingin kita bermain bola lagi di lapangan dekat rumah, Abi kangen senyummu, kangen ceriamu, kangen pelukan dari tubuh mungilmu….

Itu adalah contoh skrip presentasi yang bisa mengaduk emosi audiens. Tentu saja ditambah dengan gaya presentasi plus foto si kecil yang ditampilkan dalam slide. Ini akan menajamkan suasana haru dalam presentasi Anda.

Anda pun bisa memoles suasana presentasi dari kesedihan, menjadi kebanggaan hingga semangat untuk berkarya, semuanya cukup dengan menghadirkan kisah di dalam presentasi Anda. Namun ini semua tentu tidak hadir dengan sendirinya, perlu berlatih dan berlatih lagi. Kami pun menyediakan wadah untuk berlatih di workshop Amazing Slide Presentation, bersama saya dan para associate yang sudah saya bina.

Ok, inilah tips presentasi yang bisa saya sharing hari ini. Ingat, sentuh audiens dengan cerita.

Salam Amazing.

Ingin ngobrol dengan saya, dan sharing tentang presentasi serta slide? Silakan follow twitter saya @DhonyFirmansyah.

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment