BLOG

Pentingnya Storyboard dalam Videografis

Di workshop videografis, Amazing Slide Videographic, sebelum para peserta membuat tampilan animasi dan mendesain videografis yang memukau, saya selalu meminta mereka untuk menyusun storyboard terlebih dahulu. Apa itu storyboard? Storyboard merupakan tabel yang berisi alur cerita videografis yang akan kita susun. Isi storyboard adalah narasi, rancangan animasi, dan durasi slide animasi yang akan dibuat. Dengan menyusun itu semua dalam sebuah tabel, kita akan bisa memprediksi apa-apa saja yang harus disiapkan dalam pembuatan videografis. Inilah salah satu alasan kenapa kita membahas pentingnya storyboard dalam videografis. Source: Kryshiggins.com

Artikel ini akan menjelaskan sisi lain storyboard dan alasan mengapa storyboard perlu dibuat sebelum merancang animasi videografis. Apa sajakah poin-poin pentingnya storyboard dalam videografis? Berikut penjelasannya:

1- Storyboard menggantikan Artikel

Seringkali videografis yang kita buat memiliki sumber bacaan, baik berupa artikel, jurnal, pengumuman, hingga SOP dan peraturan per-Undang-undangan untuk dibuat sosialisasinya. Keberadaan storyboard mampu menggantikan semua sumber tersebut, sehingga Anda cukup melihat alur videografis dalam satu tabel sederhana, tanpa perlu kembali membaca ulang sumber mentahnya. Storyboard merangkum semua hal-hal penting dalam artikel untuk dijadikan sebagai satu tampilan tabel yang jelas dan detail. Inilah pentingnya storyboard dalam videografis.

2- Storyboard Mengatur Alur Videografis

Dalam videografis, jalan cerita atau alur sangat berpengaruh terhadap tersampainya pesan. Dengan alur cerita yang baik, videografis kita akan mudah dipahami dan dimengerti oleh audiens. Storyboard ibarat panduan untuk merancang bagaimana awal, tengah dan akhir cerita videografis. Dengan storyboard, Anda mengatur alur videografis dengan mudah. Anda bisa melihat urutan slide dan animasinya. Sekaligus menambah atau mengurangi hal-hal yang dirasa perlu. Tanpa storyboard, videografis kita kemungkinan tidak bisa memiliki alur yang jelas, kalaupun ada, durasi videonya tidak mampu diprediksi. Oleh karena itu penting membuat storyboard terlebih dahulu sebelum menyusun videografis.

3- Memudahkan Pengaturan Narasi

Dalam storyboard, ada narasi yang bisa menjadi rancangan untuk ditampilkan dalam video, maupun narasi yang akan direkam sebagai audio. Narasi yang dibacakan, akan mudah diatur jeda dan intonasinya. Karena pembuat videografis bisa melihatnya dalam satu tabel sederhana. Sedangkan narasi yang akan ditampilkan dalam video, bisa dipilih kata kuncinya. Sehingga audiens tidak terlalu panjang membaca teks dalam video, dan mendengarkan narator menceritakan isi video sesuai jeda dan intonasinya.

Di workshop videografis, saya dan tim Kreasi Presentasi juga mengajak para peserta untuk membuat narasi vdeografis masing-masing. Baik yang ditampilkan di video maupun yang direkam menjadi audio. Silakan bergabung dengan pelatihan kami. Untuk inhouse dan perusahaan, hubungi Bu Kuma 0857 3333 0407. Sedangkan untuk lembaga pendidikan dan nirlaba, silakan kontak Ayu 08123 271 6030.

4- Mengetahui Durasi Video per-Slide

Dengan storyboard, pembuat videografis bisa mengetahui perkiraan pasti berapa durasi videografis tersebut. Hal ini sangat penting untuk mendapatkan resource yang pas, termasuk animasi dan musik pengiring videografis. Tanpa storyboard, bisa jadi durasi video akan sangat panjang dan tampak bertele-tele. Storyboard, membuat videografis Anda on the track dengan menggunakan panduan di dalamnya.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment