BLOG

Mereka Butuh Dukungan

Selama dua minggu ini, istri saya mengikuti pelatihan Guru Bahasa Jepang yang diadakan oleh Japan Foundation (JF). Salah satu hal yang menarik bagi saya adalah ketika istri saya bercerita tentang bagaimana Ueno Sensei (tentor dari JF) memaknai sebuah pengajaran. Ueno Sensei mengajarkan bagaimana cara membimbing anak-anak remaja (SMP dan SMA) dengan hati. Salah satunya adalah dukungan dalam memahami kehidupan.

Istri saya kemudian memaparkan cara Ueno Sensei mensimulasikan, “Begini Mas, pertama kita semua yang ikut pelatihan diminta menulis sebuah cerita dalam bahasa Jepang, lalu dikumpulkan.  Keesokan harinya, masing-masing karangan ditukar dengan rekan secara acak, kita tidak tahu siapa yang memegang naskah kita.” Ueno Sensei kemudian meminta, “Coba, masing-masing mengoreksi cerita dari rekan Anda, kira-kira apa yang perlu diperbaiki.”

Setelah sesama rekan mengoreksi Mas, kertas tersebut dikembalikan pada pembuat cerita. Saya pun sempat kaget Mas, tulisanku penuh dengan puluhan coretan tinta merah dari rekan yang mengoreksiku. Sempat sakit hati juga sih, karena ada beberapa kata-kata koreksinya yang menurutku kurang sopan.” Tidak lama setelah itu, Ueno Sensei pun membagikan kertas yang ternyata adalah karangan masing-masing peserta yang sudah difotokopi dan dikoreksi sendiri oleh Ueno Sensei. Hasil koreksi Ueno Sensei berbeda jauh dengan koreksi rekan. Hanya 2 coretan merah dan puluhan lingkaran dengan tinta hijau.

Penasaranku pun memuncak. Kemudian Ueno Sensei mengatakan, “Sudah Anda bandingkan hasil koreksi Anda dengan saya?”

Sudah Sensei

Tahu apa bedanya. Kemarin saya mengatakan, coba masing-masing Anda mengoreksi kira-kira apa yang perlu diperbaiki. Iya kan.”

Iya Sensei” Jawab kami serentak.

Mengoreksi itu bukan menyalahkan. Mengoreksi itu mendukung siswa. Saya yakin disini ada yang sakit hati karena karangannya dicoret sedemikian banyak. Padahal Anda guru, apalagi siswa Anda. Mereka masih remaja. Masih SMP. Masih SMA.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment