BLOG

Tanpopo dan Buah Hatiku

Saat menjemput Nada Kumiko di sekolah beberapa hari lalu, istriku bercerita tentang keceriaan Mbak nada yang sangat gembira ketika bertemu Tanpopo. Apa itu Tanpopo? Tanpopo adalah bunga rumput dengan ratusan mahkota kecil berwarna putih di atasnya, membentuk sebuah shapes yang mirip dengan bola. Jika terkena angin, maka bunga-bunga kecil tersebut akan melayang dan terbang. Ini adalah kisah Tanpopo dan Buah Hatiku.

Setelah seharian bermain di sekolah, rasa capek yang luar biasa mengiringi perjalanan pulang mbak Nada. Saat pulang itulah, Mbak Nada menemukan Tanpopo yang tumbuh di pinggir jalan dekat apartemen kami. Wajah yang terlihat capek, berganti dengan penasaran dan pertanyaan pun keluar dari bibir mungilnya, “Mama… ini apa? Lucu.” Istri saya pun segera menjawab, “Itu namanya Tanpopo sayang.”

Tanpopo?” Tanya Nada.

Iya, Tanpopo, bunga rumput di Jepang. Coba kamu tiup, nanti bunga-bunga kecilnya akan terbang kena angin.”

Iya ta….” dengan gembira, Nada pun memetik Tanpopo dan kemudian meniupnya. Dan wusss…. Ratusan bunga kecil terbang. Nada pun bersorak kegirangan, seakan melupakan rasa lelah setelah seharian di sekolah.

Tanpopo, bunga rumput inspiratif.

Keberadaan Tanpopo yang singkat di musim semi ini menjadikan Nada Kumiko kembali ceria. Meski usianya pendek, bentuknya kecil dan terlihat lemah, Tanpopo mampu menghadirkan kegembiraan dan kebahagiaan bagi buah hatiku.

Bagi saya, Tanpopo memberikan inspirasi tersendiri. Tanpopo hanya ada saat musim semi di Jepang. Jika bunga sakura usia gugur bunganya sekitar 2 minggu, Tanpopo hanya dalam hitungan hari. Fisiknya yang kecil jarang mendapat perhaian banyak orang. Namun demikian, hampir semua anak di Jepang mengenal Tanpopo. Mereka menyebutnya sebagai bunga rumput yang memberi keceriaan. Karena jika ditiup, ratusan bunga kecilnya terbang dengan indah.

Ya, Tanpopo memberi saya pelajaran, kebahagiaan bukanlah sesuatu yang kita miliki, namun sesuatu yang kita bagi dan berikan untuk orang lain. Tanpopo mengajarkan, bukan berapa panjang usia kita, namun berapa banyak kebahagiaan yang kita berikan untuk sesama. Bukan berapa banyak materi yang kita miliki, tapi seberapa banyak materi itu memberi manfaat untuk orang lain.

Itulah kebahagiaan sebenarnya.

Inilah kisah tanpopo dan buah hatiku.

Salam Amazing.

Nada Kumiko, mengajarkan saya arti kebahagiaan sebenarnya.

TAGS > , , , , , , ,

  • anita triana

    sungguh. Saya salut dengan mas Dhony sekeluarga. Semakin sering mengunjungi blog mas Dhony, menambah semangat men jalani dan mensyukuri hidup. Peluk sayang untuk mba Nada dan de Isam…Salam Amazing buat mba Kuma …^_^

    Reply
  • Farouk Amsyari

    Orangtuanya hebat sih, ga heran jadi generasi hebat…^_^

    http://faroukamsyari.com/

    Reply
  • pinto jaya

    terimakasih untuk terus berbagi ilmu,kebahagiaan, serta inspirasi bagi setiap orang< salam

    Reply

Leave a Reply to Farouk Amsyari Cancel Reply