BLOG

Sukses & Bahagia dalam 3 Langkah

Saya tidak bermaksud mengajari Anda bagaimana cara meraih kesuksesan. Saya juga tidak berniat menyebut bahwa diri saya telah menggapai kebahagiaan hidup. Saya hanya ingin sedikit berbagi secara teoritis sebuah makna kehidupan terbaik.

Untuk mengawalinya, saya ingin menyampaikan sebuah kisah. Anda pasti mengenal Mike Tyson, mantan juara dunia tinju kelas berat. Dia dikenal dengan sebutan si leher beton, karena kekuatannya yang luar biasa. Puluhan lawannya telah dipukul KO sebelum pertandingan memasuki ronde ke-lima. Myke Tyson menjelma sebagai momok yang sangat ditakuti lawan di era 80-an. Ribuan dolar Amerika dinikmati Tyson dalam waktu singkat. Tyson menjadi salah satu olahragawan yang memiliki kekayaan berlimpah. Setiap kali pertandingannya digelar, tiketnya selalu ludes diserbu penggemar tinju dari berbagai belahan dunia.

Tahukah Anda, kehebatan Myke Tyson yang melegenda tersebut, tidak lepas dari didikan pelatihnya, Cus D’Amato. Sang pelatih tak hanya mendidik Tyson secara fisik, namun juga membina mental si leher beton. Cus D’Amato sudah dianggap Tyson sebagai ayahnya sendiri. Dialah panutan dan figur yang tak tergantikan. Ketika Cus D’Amato meninggal pada tahun 1985, Tyson seakan kehilangan pegangan. Tyson menjadi labil, tak terkontrol dan cenderung liar.

Berbagai kasus pun menghinggapi Tyson silih berganti. Mulai dari kasus tuduhan pelecehan seksual, minuman keras hingga narkoba. Semuanya menjadikan Tyson tak lagi disegani dan dihormati. Beberapa kali Tyson harus meringkuk di balik jeruji besi. Sebuah cerita sesosok figur yang dulunya something namun sekarang menjadi nothing.

Kisah Mike Tyson seakan mengingatkan kita bahwa kesuksesan dan kebahagiaan tak selamanya berjalan seiring. Terkadang malah bertolak belakang. Ada orang yang hidupnya tercukupi secara materi, memiliki pangkat yang tinggi, namun kering dari jiwa yang sahaja. Sebaliknya, ada juga orang-orang yang hidup seadanya, makan dan minum terkadang mampu terbeli, namun di lain hari, mereka harus berpuasa. Meski demikian kehidupan mereka tampak baik-baik saja. Seperti tak kurang suatu apapun.

Nah, apakah memang kebahagiaan dan kesuksesan tak bisa melangkah bersama-sama? Apakah kebahagiaan dan kesuksesan adalah dua hal yang bertolak belakang?

Menurut saya, kebahagiaan dan kesuksesan bukanlah hal yang sama. Keduanya terpisah. Meskipun begitu, keduanya bukanlah dua hal yang saling berlawanan. Anda dapat merengkuhnya dalam waktu yang bersamaan. Dua-duanya bisa disatukan. Di saat saya menulis artikel ini, istri saya sedang memasak sup. Bisa kita analogikan sukses dan bahagia ibarat Anda memakan sepiring nasi dan semangkuk sup. Anda bisa merasakan lezatnya nasi hangat yang punel dan kuah sup yang menggugah selera melalui satu suapan saja.

Kesuksesan identik dengan kepuasan jasmaniah. Harta yang berlimpah, kedudukan yang tinggi, ilmu yang mendalam serta dikenal dan dicintai banyak orang, merupakan keinginan setiap manusia. Demikian juga saya dan Anda. Sedangkan kebahagiaan selaras dengan kepuasan jiwa. Sejauh manakah kesuksesan yang kita raih, mampu memberi manfaat kepada orang lain di sekitar. Menurut saya, inilah definisi kesuksesan dan kebahagiaan. Lalu bagaimana cara supaya kesuksesan dan kebahagiaan bisa berjalan bersamaan?

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , ,

  • Sukses & Bahagia dalam 3 Langkah (via Meraih Kemenangan Hidup) « Meraih Kemenangan Hidup

    […] September 16, 2010 Saya tidak bermaksud mengajari Anda bagaimana cara meraih kesuksesan. Saya juga tidak berniat menyebut bahwa diri saya telah menggapai kebahagiaan hidup. Saya hanya ingin sedikit berbagi secara teoritis sebuah makna kehidupan terbaik. Untuk mengawalinya, saya ingin menyampaikan sebuah kisah. Anda pasti mengenal Mike Tyson, mantan juara dunia tinju kelas berat. Dia dikenal dengan sebutan si leher beton, karena kekuatannya yang luar biasa. Puluhan … Read More […]

    Reply