BLOG

Pilih Track Lurus atau Penuh Tikungan?

Bila Anda salah satu penggemar Moto GP, pasti tidak asing dengan nama-nama seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, maupun Casey Stoner. Masing-masing pembalap berusaha menjadi yang terdepan untuk bisa naik podium dan mengumpulkan poin balapan sebanyak-banyaknya. Pembalap dengan poin tertinggi, akan ditasbihkan sebagai pembalap nomor satu di dunia.

Ada fakta menarik yang terungkap dari Moto GP. Meski ada puluhan nama pembalap yang bersaing, namun ternyata hanya ada beberapa pembalap saja yang bisa naik ke podium. Diantaranya adalah tiga nama yang saya sebut di atas. Sedang belasan pembalap yang lain, sepertinya hanya sekedar penggembira. Lalu, apa resep mereka supaya bisa sering naik podium?

Salah satu rahasianya adalah para pembalap yang seing naik podium akan berusaha menyalip pembalap yang lain di tikungan, dan bukan track lurus. Mengapa demikian? Karena menurut standar Moto GP, setiap motor punya kecepatan maksimal yang sama. Jadi sangat kecil kemungkinan untuk bisa menyalip di track lurus.

Para pembalap bermental juara berani mengambil resiko menyalip pembalap yang lain di tikungan. Meski nyawa taruhannya (masih ingat, kematian Marco Simoncelli di Moto GP tahun 2011 lalu). Namun mereka paham, tikungan adalah ujian sekaligus kesempatan bagi para pembalap untuk terus naik ke urutan terdepan.

Sama dengan kehidupan. Jika Anda merasa hidup Anda datar-datar saja seperti track lurus di Moto GP, maka akan sangat kecil kemungkinan Anda untuk bisa menjadi juara kehidupan. Orang yang menjalani hidup seperti air mengalir, akan berbeda mentalnya dengan orang yang menjalani hidup dengan menantang arus. Orang yang hidupnya penuh dengan perencanaan dan target, akan berbeda nasibnya dengan orang yang sekedar melewati hari.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , ,

  • septian aryo

    Subhanalloh.. Makasi mas dhony, jd ingat presentasi dr salah satu peserta 🙂

    Reply

Leave a Reply to Dhony Firmansyah Cancel Reply