BLOG

Inspirasi Presentasi – Surat untuk Istriku (1)

Inspirasi presentasi. Sebentar atau lama bagi kita adalah sesuatu yang relatif. Namun bagi saya, satu minggu ke depan adalah waktu yang sangat singkat. Ya, waktu yang pendek untuk bisa bersama belahan hatiku. Istriku tercinta. Seminggu lagi dia akan berangkat dulu ke Nagoya untuk menyiapkan segala keperluan keluarga kami disana. Sedangkan saya, masih memiliki jadwal inhouse dan workshop di sejumlah perusahaan dan kota serta menjaring associate trainer Amazing Slide Presentation sebanyak-banyaknya. Supaya ide desain slide presentasi memukau akan terus bergulir meski kami tidak berada di Indonesia. Istriku, dialah inspirasi presentasi ku selama ini.

Bohong besar jika ada yang bilang perpisahan tidak membawa kesedihan. Saya pun demikian, saya tidak menginkari kesedihan hati saat berpisah dengan istri saya nanti. Tapi saya yakin, ini adalah energi positif yang akan saya tanam, dan akan saya petik ketika kami sekeluarga sudah berada di Jepang. Berikut adalah surat untuk istri saya. Semoga menjadi inspirasi presentasi bagi Anda.

Wahai istriku,

Dirimulah yang selama ini lebih mengenalku dibanding orang lain. Dirimulah yang tahu bagaimana perjuanganku, lelahku, dan keluhku. Di dunia, hanya dirimulah yang selama ini bisa menentramkanku. Sebaliknya, akulah yang tahu seperti apa dukunganmu, ketegaranmu, keikhlasanmu dalam men-support karirku dan membina rumah tangga bersamaku. Susah senang sudah kita lewati bersama. Bagiku, bersamamu adalah kebahagiaan yang tak ternilai dengan apapun. Rasanya, tak cukup jika semua pahala kebaikan dari keringat lelah ini bisa membalas budi baikmu.

Say…, selama kurang lebih 3 bulan ke depan kita tidak lagi bisa berjalan bersama. Dirimu tidak akan bisa melihat Mbak Nada dan Mas Isam yang main bersama. Kita pun takkan bisa bercengkrama di ruang keluarga serta melewati malam yang indah. Insya Allah aku ikhlas sayang. Keikhlasan sesungguhnya adalah ketika kita berat untuk melepasnya. Dan terus terang, itulah yang terjadi padaku beberapa hari ini.

Meski demikian, aku berjanji, dalam seminggu ini akan lebih mencintaimu daripada hari-hari yang lalu. Maafkan suamimu yang tidak sempurna ini, jika ada kata-kataku yang salah atau kurang berkenan di hatimu. Sebagai pendampingmu, aku sangat bangga padamu. Namun sebagai belahan hatimu, separuh jiwaku seakan kosong tanpamu. Bantu aku ya sayang, tetap support aku, tetap cintai aku dan keluargamu.

Aku yakin, inilah jalan yang sudah digariskan Allah untuk kita. Sebuah jalan mendaki. Bukan untuk menaiki puncak sebuah gunung, tapi untuk meraih puncak pegunungan. Jika semangatmu sedang turun, jika jiwamu merasa lelah, jika dalam heningmu merindukan keluarga, ingatlah…, bahwa masih ada impian yang harus diraih, impian mensejahterakan satu juta orang di Indonesia, impian membangun sekolah gratis untuk mereka yang tidak mampu, impian untuk jadi pembicara kelas dunia serta impian untuk mendidik anak-anak kita supaya taat pada Allah dan jadi generasi emas dunia. Jangan lupa, impian terbesar kita untuk bisa bersama satu keluarga di surga-Nya. Aamiin.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

  • nurul

    aihhh iAllah bertemu nanti pak
    salut suami istri berjuang menggapai impian kluarga…iAllah dimudahkan dan berkumpul kmbali
    salam buat bu kuma pak

    Reply
  • risma

    membaca surat mas dhoni buat sang istri benar2 terlihat begitu besar dukungn n motivasi seorang suami untuk istri dalam meraih impian bersama,,mudah2an di berikan kemudahan

    Reply
  • risma

    salut buat dukungan mas dhoni bua sang istri

    Reply

Leave a Reply to nurul Cancel Reply