BLOG

Gelar dan Kemuliaan Tidak Berhubungan

Para pemenang kehidupan,

Tahukah Anda bahwa kemuliaan manusia tidak dilihat dari gelar yang disandang, kedudukan yang dimiliki, dan pangkat yang tinggi? Ya, kemuliaan manusia akan terwujud bila manusia mampu memberi manfaat seluas-luasnya bagi sesama.Tidak peduli dia bergelar atau tidak, berduit atau berhutang banyak, atasan ataupun bawahan. Semua punya potensi yang sama untuk jadi mulia.

Sangat wajar bila Anda bangga dengan jabatan, kedudukan ataupun gelar Anda yang berderet-deret.  Kita boleh bangga, tapi jika kebanggan itu membuat kita sombong, sejatinya kita bukan manusia yang mulia. Apa itu sombong? Menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Ya, kebanggan Anda tidak ada hubungannya dengan kemuliaan.

Seorang presiden yang membuat masyarakatnya kelaparan bukan orang yang mulia. Seorang gubernur yang suka menerima suap, juga tidak perlu dimuliakan. Justru seorang tukang becak yang mengantarkan penumpang demi nafkah keluarga, meski harus kehujanan sangatlah mulia. Seorang pemulung yang berbagi rizki dengan sesama, juga orang yang perlu dimuliakan. Nabi dan Rasul pun menjadi mulia, bukan karena telah menempuh S1, S2, S3, dan mereka juga tidak punya gelar profesor.

Hati-hati, jangan sampai kita keliru. Kedudukan dan kemuliaan tidak ada kaitannya. Uang dan kehormatan itu tidak berhubungan. Jangan salah mengkaitkan, jika Anda masih ingin bisa membedakan mana manusia yang mulia dan tidak.

Salam Pemenang Kehidupan.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , ,

Post a comment