BLOG

Belajar dari Migrasi Burung

Pelajaran kedua yang ingin saya sharing yaitu optimisme yang tinggi dari burung terhadap tempat akhir migrasi yang mereka bidik. Para burung memiliki sense untuk survive yang tinggi, sehingga sebagian besar migrasi dilakukan pada malam hari. Mengapa demikian? Karena pada siang hari, kebutuhan energi yang diperlukan untuk hidup jauh lebih besar daripada malam hari. Jangka waktu burung untuk makan pada siang hari, lebih pendek dibandingkan setelah matahari terbenam. Selain itu mobilitas burung predator pada malam hari seperti elang dan rajawali, sangat kecil. Sehingga para burung bisa bebas untuk terbang dan menjelajah tanpa takut terhadap bahaya burung pemangsa. Semua ini mereka lakukan, supaya mereka dapat selamat sampai akhir migrasi.

Demikian juga dengan Anda. Bila Anda ingin sukses, ada dua hal yang Anda harus benar-benar tanamkan. Pertama, Anda harus yakin dengan keputusan yang Anda buat. Jangan ragu-ragu dengan apapun langkah Anda. Kedua, apabila dalam menapaki keputusan, ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan Anda, jangan menyesali decision yang telah Anda buat. Karena bukan berarti target Anda meleset. Bisa jadi itu merupakan salah satu ujian untuk meraih sukses.

Dhony Firmansyah
BioMotivator (alam dan kehidupan adalah inspirasi terbaik)

dimuat di website Indonesia Inspiring Movement (i2move) – i2movenetwork.com

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , ,

  • Dani

    Pelajaran 3 yg dpt qt petik bersama adalah Teknik Terbang Migrasi Burung.

    Teknik tertentu digunakan oleh kawanan burung untuk bermigrasi, mereka biasanya menggunakan teknik formasi huruf V untuk sampai ke daerah tujuan migrasi.

    Pelajarn yg dpt diambil adalah qt perlu teknik/cara untuk dpt sampai ke tujuan qt. Temukanlah teknik terbaik untuk qt sendiri.

    Tq

    Reply

Post a comment