BLOG

Tuhan Tidak Pernah Salah Memberi Rezeki

Suatu hari, saya pernah bertemu dengan rekan yang bercerita tentang guru spiritualnya. Dulu dia sangat respek dan hormat terhadap guru tersebut, namun kepercayaan itu lambat laun hilang. Mengapa? Di satu sisi guru spiritualnya mengajarkan tentang mengutamakan Tuhan dibanding harta benda dan dunia, namun lain kata, lain perbuatan.

Pernah suatu waktu guru spiritualnya sudah berjanji akan memberikan khutbah Jumat. Janji itu sudah diagendakan lebih dari satu minggu, namun 2 jam sebelum khutbah Jumat berlangsung, dia mendapat tawaran untuk mengisi seminar di sebuah instansi swasta dengan nilai sekian juta rupiah. Tanpa ba bi bu, sang guru langsung membatalkan agenda khutbah Jumatnya dan kemudian pergi untuk mengisi seminar.

Kisah ini terus melekat dalam diri saya. Saya ingin menjadi manusia yang komitmen dan tidak mudah menggadaikan janji apalagi demi rupiah. Saya ingin jadi manusia yang amanah, yang selalu memenuhi janji sekuat tenaga saya. Saya juga ingin jadi manusia yang selalu dekat dengan Tuhan, karena Dialah Pemberi rezeki. Saya yakin, jika saya dekat dengan-Nya, Tuhan akan mempermudah rezeki saya. Saya juga tidak mau menjadi manusia yang suka menyakiti perasaan orang lain. Jika saya membatalkan sebuah event secara sepihak meski nilai kontraknya tak seberapa, namun tentu tak sebanding dengan rasa sakit hati audiens yang ada di sana. Ini tidak bisa dinilai dengan uang.

Istri saya, selalu mengingatkan saya hari demi hari (terima kasih istriku), bahwa rezeki kita adalah milik Tuhan. Tuhan tidak akan salah membagi rezeki. Jangan mau menggadaikan surga hanya demi segepok rupiah. Kita tidak tahu apa rencana Tuhan dibalik itu, bisa jadi setelah membatalkan event secara sepihak dan menerima tawaran lain yang nilainya jauh lebih besar, ternyata kemudian kita tertimpa musibah. Misal anak kita sakit, atau kita kecelakaan (naudzubillah). Kemudian kita memerlukan biaya untuk pengobatan yang nilainya jauh lebih besar dari tawaran yang kita peroleh. Tentu berapapun nilai tawaran yang kita dapat itu akan tiada berarti.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment