BLOG

Tips Tersenyum Saat Presentasi

Dalam presentasi, semua ada ilmunya, mulai dari bagaimana menyusun materi, mendesain slide hingga menyampaikannya. Termasuk dengan tips tersenyum saat presentasi, ini pun ada ilmunya. Audiens bisa membedakan mana presenter yang tersenyum dari hati dan mana yang tidak. Tips tersenyum saat presentasi ini akan mengungkap bagaimana pribadi Anda bisa disukai oleh orang lain karena senyuman Anda. Tidak perlu tertawa lebar untuk mengungkapkan kebahagiaan ketika berhadapan dengan audiens, namun tidak perlu juga memaksakan senyum yang terkesan resmi namun tanpa isi. Nah, bagaimana tips tersenyum yang benar, berikut penjelasan yang saya ambil dari buku Enchantment karya Guy Kawasaki.

Di Jepang, seperti halnya Indonesia, kita bisa menemui banyak minimarket yang berjajar di pinggir jalan. Saya sering berbelanja di minimarket. Salah satu ciri khas minimarket disini adalah saat kita masuk, maka pegawai minimarket akan dengan spontan mengucap “Irasshaimase” atau selamat datang dan diikuti dengan senyuman di wajah. Senyuman yang tampak di wajahnya menerapkan ilmu dari sejumlah sekolah kepribadian, ilmu yang terkenal dengan singkatan senyum 227, yaitu menarik pipi kiri dan pipi kanan ke tepi masing-masing 2 senti dan tahan selama 7 detik. Ilmu 227 ini pula yang saya dapat di dunia training. Sayangnya, meski sudah dilakukan, namun saya sendiri merasa senyum yang dipasang oleh pegawai minimarket adalah senyum “resmi”, senyum SOP dan senyum yang bukan berasal dari hati.

Di buku Enchantment, senyum 227 disebut dengan “Pan Am” smile. “Pan Am” merujuk ke salah satu perusahaan penerbangan asal Amerika yang telah bangkrut karena pelayanan yang buruk, termasuk cara pegawainya untuk tersenyum. “Pan Am” smile adalah senyuman palsu. Senyuman SOP. Senyuman yang bukan berasal dari hati. Ini belum tentu membuat orang lain menghargai kita. Menurut Guy Kawasaki, untuk bisa dihargai, langkah pertama adalah bukan menghargai orang lain, karena menghargai orang lain adalah bagian dari pribadi, sedangkan orang lain belum tentu bisa menilai pribadi kita hanya dengan sekali bertemu. Nah, untuk bisa dihargai oleh orang lain saat pertama kali bertemu adalah dengan penampilan visual kita. Visual yang paling mudah dilihat adalah wajah kita. Dan bagian wajah yang paling bisa menujukkan bahwa kita ramah atau tidak adalah senyuman kita. Oleh karena itu tersenyumlah dari hati, bukan “Pan Am” smile.

Kunci senyuman dari hati bukan pada tarikan pipi kiri dan kanan lalu menahannya selama 7 detik. Bukan. Bukan itu. Namun kunci untuk senyuman dari hati tampak pada kerutan di bagian mata luar atau crossfeed. Ketika tersenyum, bagian tepi mata luar akan terdorong oleh pipi hingga menimbulkan kerutan. Ini disebut dengan “Duchenne” smile. Senyuman alami. Senyuman natural. Senyuman dari hati. Untuk lebih mudahnya menggambarkan “Duchenne” smile cobalah melihat bagaimana bayi tersenyum. Itulah senyuman sesungguhnya.

Nah, “Duchenne” smile pula-lah yang harus Anda lakukan ketika presentasi. Inilah senyuman sebenarnya. Senyuman yang memiliki isi. Audiens akan melihat senyuman Anda sebagai senyuman yang tulus dan dari hati. Jika Anda praktikkan “Duchenne” smile waktu presentasi, saya yakin audiens akan lebih dekat dengan Anda.

Inilah tips tersenyum saat presentasi. Semoga bisa membantu Anda meningkatkan skill presentasi Anda. Oya, perlu diingat, “Duchenne” smile bukanlah senyuman biasa, “Duchenne” smile akan tampak jika Anda memang benar-benar sering tersenyum pada orang lain. Maka, mulai sekarang cobalah untuk mudah tersenyum.

Salam Amazing.

TAGS > , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment