BLOG

Tips Grafik Area

Seringkali kita mendapati data kontinu antara waktu dan jumlah. Ketika kita menggunakan grafik garis, audiens yang berada di belakang tidak mampu membaca grafik dengan sempurna karena hanya berupa goresan-goresan saja. Apalagi jika ketebalan grafik garis Anda tidak cukup untuk menonjolkan alur grafik. Maka Anda memerlukan grafik kontinu lainnya. Grafik yang selain menunjukkan tren, kenaikan dan penurunan. Juga menunjukkan volume dengan warna. Sehingga audiens mampu melihat pergerakan grafik dengan sempurna. Untuk hal ini, Anda memerlukan grafik area.

Grafik area adalah visualisasi tabel yang menunjukkan antara jumlah (sumbu Y) dengan waktu (sumbu X). Berbeda dengan grafik garis, grafik area juga menunjukkan besarnya volume dengan beraneka warna. Sesuai dengan jumlah series yang divisualkan. Grafik area ditemukan oleh William Playfair, seorang ahli visualisasi data pada abad -18. Selain grafik area, beliau juga menemukn grafik batang dan pie chart. Nah, untuk menonjolkan grafik area dan menampilkan visualisasi yang mudah, kami akan menjelaskan 3 tips grafik area.

Tips grafik area ini, saya ambil dari Visage dengan perubahan seperlunya. Dalam artikel ini saya akan menunjukkan dasar teori visualisasi. Untuk praktiknya, Anda bisa mengikuti workshop infografis bersama tim Kreasi Presentasi. Silakan hubungi Bu Isti di 0857 3333 0407.

Menurut Visage, ada 3 tips grafik area yang cukup sederhana, namun sangat ampuh dalam visualisasi data, yaitu:

1- Untuk Grafik Area Standar, Gunakan Warna Transparan

Grafik Area Standar

Tips grafik area yang pertama adalah untuk grafik area standar. Grafik area ini adalah tampilan data yang jumlahnya ditunjukkan apa adanya. Seringkali data akan tumpang tindih. Nilai grafik yang kecil akan sering tertutupi oleh nilai grafik yang lebih besar. Oleh karena itu, alangkah lebih baik menggunakan warna transparan sehingga lebih mudah diketahui pergerakan / tren grafik.

2- Untuk Grafik Area Stacked, Pastikan Mudah Dibaca

Tips grafik area berikutnya adalah untuk grafik area stacked. Grafik ini menunjukkan tren dimana setiap kategori akan dibandingkan dengan tren keseluruhan. Grafik stacked cendeung lebih mudah dibaca dibanding grafik area standar, karena tidak ada tumpang tindih. Meski demikian memudahkan audiens untuk membaca grafik adalah sebuah keharusan. Diantaranya hindari menggunakan warna yang sangat mencolok untuk grafik sebagai perpaduan, misal perpaduan merah dan hijau, ungu dan pink, atau kuning dan putih. Hal ini akan menyulitkan audiesn untuk membaca. Lebih mudahnya, gunakan perpaduan warna terang dengan warna netral gelap dan sebaliknya.

Grafik area stacked

3- Untuk Grafik Area Stacked 100%, Mulai Axis dari 0%

Tips grafik area berikutnya adalah untuk grafik area stacked 100%. Grafik area ini memiliki ciri sama dengan grafik area stacked biasa, namun perbedaannya, nilai grafik dalam bentuk prosentase. Untuk grafik ini, mulailah nilai grafik dari 0, sehingga audiens mampu mengetahui ukuran tren dan volume dengan sesungguhnya.

Nah, itulah 3 tips grafik area untuk visualisasi data Anda, semoga sharing ini bermanfaat untuk presentasi dan visual infografis Anda.

Salam Amazing.


TAGS > , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment