Tips Cepat Memilih Warna Infografis

Pelatihan Infografis, Videografis & Visualisasi Data, CP: 0857 3333 0407.

Tips Cepat Memilih Warna Infografis

Seperti yang kita tahu, tiap infografis tampak sangat visual karena pemilihan warna yang harmoni. Pemilihan warna ini bukan kebetulan, namun disengaja. Warna-warna tersebut sengaja dipilih oleh desainer untuk menonjolkan konten infografis dan membuat pembaca tertarik dengan visualisasi data Anda. Lalu, bagaimana dengan kita yang umumnya bukan seorang desainer grafis? Apakah ada tips cepat memilih warna infografis? Ternyata ada. Easelly, merangkum tips cepat memilih warna infografis yang saya tulis ulang untuk Anda, plus satu tips tambahan dari saya. Apa saja tips cepat memilih warna infografis tersebut? Berikut penjelasannya:

1- Pilih Warna sesuai Konten Anda

Seringkali skema warna infografis disesuaikan dengan kontennya. Misal, jika kita ingin membuat infografis tentang asmara, maka kita bisa mendominasikan warna pink atau merah sebagai warna utama. Bila kita ingin membuat infografis tentang keuangan, maka warna biru dan kuning bisa menjadi pilihan utama. Ini salah satu tips cepat memilih warna infografis Anda. Salah satunya adalah dengan mengambil warna utama dari konten infografis.

2- Memahami Psikologi dan Karakter Warna

Tips kedua untuk memilih warna infografis adalah memahami psikologi dan karakter warna. Sebagai contoh, seringkali restoran menggunakan warna merah dan kuning sebagai warna utama, karena secara psikologi warna merah dan kuning sangat menonjol serta meningkatkan hasrat lapar manusia. Kita juga sering melihat obat alami menggunakan warna hijau dan coklat sebagai warna dominan. Karena dua warna tersebut menggambarkan sesuatu yang natural dan segar. Oleh karena itu memamahi psikologi dan karakter warna adalah salah satu tips cepat memilih warna infografis.

3- Aturan 60 – 30 – 10

Dalam infografis ada golden rules untuk menyusun harmoni warna, yaitu aturan 60-30-10. Artinya, 60% luasan infografis Anda untuk warna utama (warna background). 30% luasan infografis untuk warna kedua (warna konten / font). Dan 10% luasan infografis untuk warna aksen atau data Anda. Contoh infografis yang saya tunjukkan di bawah ini adalah aplikasi dari aturan 60-30-10 ini.

4- Memilih Warna dari Logo

Ada kalanya infografis yang kita buat disusun berdasarkan warna logo atau brand yang menjadi publisher infografis tersebut. Infografis seperti ini banyak saya temukan di berbagai kementerian, BUMN maupun corporate dengan tujuan supaya warna brand mereka melekat erat di benak audiens. Sebagai contoh, saya menunjukkan infografis dari kumparan di bawah sebagai salah satu infografis yang menggunakan corporate color. Oya, Anda dan rekan-rekan kerja Anda juga bisa berlatih untuk menyusun infografis menggunakan logo corporate dengan mengikuti workshop infografis bersama saya dan tim Kreasi Presentasi. Sudah lebih dari 300 perusahaan telah mengikuti pelatihan kami. Silakan menghubungi Bu Isti di 0857 3333 0407.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment