BLOG

Tidak Ada yang Sia-sia

Sepasang burung kenari kecil membangun sarangnya di tepi danau dalam hutan. Mereka berdua hidup bahagia dan dikaruniai empat buah hati yang cantik dan elok. Kehidupan mereka baik-baik saja, hingga datanglah manusia mengusik kenyamanan sarangnya.

Seorang petani membuka lahan dengan membakar salah satu bagian hutan. Api yang awalnya kecil ternyata tak terkendali. Lidah api yang menjilat-jilat memaksa semua fauna hutan mengungsi dari hutan tersebut. Kebakaran hebat pun makin menggila. Tak terbayangkan sebelumnya.

Kumpulan gajah berlarian. Ratusan semut memilih masuk ke dalam tanah. Berberapa kelompok rusa lari tunggang langgang. Para binatang sangat panik. Hewan-hewan hutan menyelamatkan diri keluar dari hutan.

Apakah sepasang kenari tersebut menyelamatkan diri? Ternyata tidak. Di sarang, sang ibu Kenari melingkupi buah hati dengan sayapnya yang kecil. Sedangkan sang Ayah terbang ke tengah hutan untuk mengambil air dari danau dengan paruhnya yang mungil. Sekuat tenaga dia mencoba memadamkan api yang kian berkobar dengan air yang tertampung di paruh.

Tingkah laku kenari tersebut diamati oleh Bangau yang selama ini menjadi tetangga Kenari di pohon yang sama.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , ,

Post a comment