Teknik Membuat Ikon Slide Presentasi

Informasi dan data yang kian banyak di sekitar kita memerlukan beragam cara untuk menyederhanakannya. Salah satu teknik menyederhanakan pesan di sekitar kita adalah dengan menggunakan ikon. Ikon menurut Aurora Harley (konsultan di Nielsen Norman Group) adalah representasi sederhana atau bentuk visual dari ide, obyek, produk ataupun perilaku. Fungsi ikon adalah memudahkan pembaca untuk memahami informasi jauh lebih cepat dari sebelumnya (informasi tanpa ikon). Para pembaca termasuk did alamnya adalah peserta presentasi Anda.

Untuk itulah diperlukan langah yang tepat untuk mengetahui teknik membuat ikon slide prsentasi, sehingga ikon tidak hanya sebagai hiasan namun menajamkan pesan. Lalu bagaimana teknik membuat ikon slide presentasi? Artikel ini akan menjawabnya sesuai referensi dari Nielsen Norman Group Consulting:

1- Tentukan Template Warna Ikon Anda

Teknik membuat ikon slide presentasi yang pertama adalah memperhatikan template warna ikon Anda. Usahakan tata warna ikon Anda serasi dengan slide presentasi yang Anda tayangkan. Tidak terlalu pudar, tidak terlalu kontras. Template warna yang serasi menyamankan mata audiens untuk membaca informasi dari visualisasi slide Anda berikut adalah contoh template slide presentasi dengan ikon yang serasi tata warnanya:

2- Apple to Apple

Apple to Apple artinya memiliki kesamaan baik dalam bentuk, ukuran maupun varian warna. Usahakan Anda menggunakan icon yang apple to apple, antara satu sama lain. Apalag jika ikon-ikon tersebut terletak dalam ssatu slide presentasi. Jika satu ikon berbentuk lingkaran, maka ikon lainnya juga lingkaran. Contoh ikon yang apple to apple bisa Anda lihat dalam interface smartphone yang Anda miliki. bentuk yang sama selain membuat tampilan jauh lebih indah, juga memudahkan Anda dalam mengatur penempatan ikon dalam slide presentasi.

3- Pakai Ikon Universal

Teknik membuat ikon slide presentasi berikutnya adalah gunakanlah ikon dengan visual yang universal. Maksudnya, gunakan ikon yang sudah menjadi kesepakatan umum kapanpun, dimanapun. Sebagai contoh, jika Anda ingin membuat ikon toilet, maka Anda cukup mengetikkan “toilet icon” di Google, maka Anda akan menemukan banyak gambar simbol lagi-laki dan perempuan yang dibatasi dengan satu garis lurus vertikal. Inilah ikon universal dari “toilet”. Jangan menggunakan ikon lain yang bukan merupakan konsensus atau kesepakatan umum, karena akan menyulitkan audiens memahami pesan.

4- Gunakan Label Teks

Ikon yang belum memiliki bentuk sesuai kesepakatan bersama masih jauh lebih banyak dibanding ikon dengan konsensus. Jika ikon yang akan Anda cari tidak memiliki konsensus atau kesepakatan bersama, seperti ikon “visi’ dan “misi” perusahaan misalnya, maka berikanlah label teks.

Label teks adalah satu atau dua kata yang mewakili maksud ikon di sekitarnya. Usul saya, gunakan label teks di bawah ikon untuk memudahkan audiens mengingat bentuk, warna dan nama ikon.

5- Perhatikan Ruang Kosong

Ruang kosong adalah bagian dari desain. Keberadaan ruang kosong dalam slide presentasi akan membuat visualisasi tampak lebih dewasa dan profesional. Demikian juga dengan penempatan ikon. Jika terlalu banyak tulisan dan ikon yang saling berhimpitan, justru visualisasi informasi tidak optimal. Berikut adalah tampilan Windows yang  menurut saya kurang memperhatikan ruang kosong.

Sebaliknya, menempatkan ikon seperlunya justru menjadikan tampilan slide Anda kian efektif untuk menyampaikan pesan.

Nah, jika Anda ingin belajar lebih dalam tentang slide presentasi termasuk ikon di dalamnya, silakan mengikuti Workshop Amazing Slide yang akhir tahun ini akan roadshow di 7 kota, mulai 1 Oktober 2017. Pilih saja yang paling dekat dengan domisili Anda. Dan segera hubungi Mbak Ayu di 08123 271 6030 untuk mendapatkan penawaran dan harga dengan diskon yang jauh lebih besar. Klik gambar di bawah untuk daftar secara online.

Salam Amazing.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISI DULU YA * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.