BLOG

Tanya Jawab 1: Apakah Impian Saya bisa Terwujud?

Kepada

Yth. Pak Dhony dan Bu Isti

Pak Dhony dan Bu Isti yang kami hormati, saya sudah membaca buku Bapak dan Ibu, “Menjadi Pemenang Kehidupan” dan dampaknya sangat luar biasa bagi saya. Setelah membacanya, saya langsung menuliskan impian saya dan berusaha keras untuk mewujudkannya.

Yang saya ingin tanyakan:
Apakah impian saya benar-benar bisa tercapai dan bagaimana jika tidak…?
Mohon jawabannya, Terima kasih.

Salam pemenang kehidupan.
R di Sidoarjo

Jawaban:
Kepada
Yth, seorang pemenang kehidupan
R

Saya sudah membaca surat Anda, terima kasih atas apresiasi Mas R kepada buku saya dan istri, doakan ya Mas, di tahun 2011 ini kami bisa menulis buku lagi yang lebih dahsyat. Amin.

Mas R, setiap orang memiliki impian. Misalnya, Mas R ingin kuliah di Fakultas Kedokteran dengan beasiswa, atau ingin menjadi seorang ilmuwan yang mendapat nobel, ataupun ingin menaik-hajikan kedua orang tua Mas R suatu saat kelak. Ini semua adalah contoh impian. Wujud dari sebuah keinginan. Dan sebuah impian memang harus dimiliki. Tanpa impian, Mas R tak akan pernah tahu untuk apa hari ini saya harus kuliah. Untuk apa saya harus belajar. Untuk apa saya harus membahagiakan orang tua, dan sebagainya.
Jadi mempunyai impian itu mutlak harus ada pada diri setiap manusia. Ibarat kapal, impian adalah tujuan akhir dimana kapal itu harus berlabuh. Tanpa tujuan (impian) sebuah kapal tak akan tahu kemana harus berlayar. Terombang-ambing di tengah lautan. Tentu, kita semua tidak ingin terkatung-katung di dunia apalagi di akhirat. Naudzubillah.

Mas R, apapun impian Mas R, usahakan impian tersebut adalah sesutu yang positif. Misalnya, menjadi dokter yang mampu memberi pengobatan gratis, atau menjadi pemilik lembaga pendidikan yang bisa menyekolahkan anak yatim. Usahakan apapun impian kita adalah sasuatu yang berguna bagi banyak orang.
Mengapa? Kita semua ingin jadi pemenang di dunia dan akhirat bukan? Nah, bila kita ingin jadi pemenang dunia dan akhirat, jadikan kita sebagai orang yang disegani penduduk bumi dan dimuliakan oleh penduduk langit (surga). Amin.
Lalu bagaimana supaya impian saya terwujud? Sepertinya tahapan-tahapan meraih impian, sudah saya tulis di buku Menjadi Pemenang Kehidupan (MPK). Disini saya hanya memberi sedikit tambahan. Menurut saya, ada beberapa hal yang harus jadi pertimbangan.
Yang pertama, apakah Mas R mencintai impian Mas R sendiri? Misal Mas R ingin menjadi ahli kimia, tapi di sisi lain, Mas R tidak suka dengan mata kuliah kimia. Bila hal ini terjadi, nampaknya sulit impian itu bisa terwujud. Mas R tahu Bill Gates? Pendiri dan pemilik Microsoft (yang memproduksi Windows), kira-kira kenapa dirinya bisa sukses seperti sekarang? Karena Bill Gates mencintai ilmu komputer. Demikian juga dengan Rudy Choiruddin, sang juru masak ternama di negeri kita. Kira-kira kenapa dia bisa jadi rujukan para chef? Iya, karena Rudy mencintai dunia masak-memasak.
Sama seperti kita, bila ingin masuk surga, ya…kita harus mulai mencintai kegiatan yang bisa membawa kita ke surga. Lakukan kebaikan, tinggalkan maksiat. Betul kan.

Yang kedua, cobalah berlatih dengan penuh kesungguhan. Lagi-lagi saya berikan contoh Bill Gates. Dirinya bisa jadi tenar, karena belajar komputer 7 hingga 8 jam per-hari. Saya jamin, setiap orang yang sukses, tidak ada yang mendapatkannya dengan cara instan.
Ibarat sepeda motor, bila tidak mampu membeli secara tunai, cobalah dikredit. Bila kita belum punya ilmu yang mumpuni cobalah dicicil dengan belajar. Nah, sekarang kembali pada impian Mas R. Sudahkah kita mengkredit sedikit demi sedikit langkah menuju impian kita? Misal, kita yang ingin menjadi seorang ahli mesin, sudahkah kita belajar tentang mesin mulai sekarang? Misal, kita yang ingin menjadi ahli perbankan, sudahkah kita mempelajari sedikit demi sedikit tentang ekonomi dan dunia bank? Ini penting Mas…
Seseorang yang ingin naik ke lantai yang lebih atas dari sebuah bangunan harus mempunyai alat untuk membantunya naik. Seperti tangga, ataupun lift. Kita harus mulai menapaki tangga itu. Bila kita ingin naik ke level berikutnya, makin dekat dengan impian. Dicicil sedikit demi sedikit mulai sekarang ya.

Yang terakhir, terus ucapkan impian tersebut dalam doa. Tahukah kita bahwa Allah pasti mengabulkan doa hamba-Nya? Syaratnya ada dua, kita yakin dan kita mau berusaha. Ucapkan terus Mas, dengan penuh kesungguhan. Di waktu-waktu yang ijabah, seperti setelah selesai sholat. Perbanyak sholat malam (tahajud) ya Mas.
Mengutip perkataan Ustadz Yusuf Mansyur, “Bagaimana Allah bisa mengabulkan doa kita bila kita tidak minta?” Nah, minta Mas kepada Allah Swt. Yakin pasti dikabulkan.
Saya berulang kali berucap doa supaya menjadi penulis buku. Hasilnya belum genap 3 bulan doa itu terus saya panjatkan, saat ini saya sudah jadi penulis.
Saya juga berulang kali meminta pada Allah, supaya bisa menjadi motivator. Belum genap 4 bulan saya berucap, Allah telah membawa saya bertemu dengan banyak trainer handal dan ternama di negeri ini. Saya belajar, dan saat ini saya juga jadi seorang motivator.
Saya berulang kali meminta pada Allah supaya saya bisa memotivasi minimal 10 ribu orang hingga akhir Desember 2011. Alhamdulillah saat ini saya sudah memotivasi sekitar 6 ribu orang, padahal sekarang masih Februari 2011, kurang 4 ribu orang lagi. Di Februari ini saja, Insya Allah saya akan memotivasi lebih dari 100 orang. Kurang sekitar 3900 orang lagi. Doa saya makin cepat terwujud, iya kan.
Saya yakin, bila kita berdoa, terus berdoa, Allah akan mengabulkan doa kita, bahkan lebih cepat dari waktu yang kita duga.

Saya juga yakin, tidak ada doa yang diabaikan (dicuekin) oleh Sang Kuasa. Bilapun ada, itu bukan karena Allah tidak mau mengabulkan, namun karena kita sendiri yang membuatnya tidak layak dikabulkan. Kita yang tidak yakin atau kita yang tidak mau berusaha.

Mungkin ini dulu ya Mas.
Moga sharring kita bermanfaat. Moga terus berkah.

Hiduplah dalam kesuksesan dan kemuliaan.
Salam Pemenang Kehidupan

Dhony Firmansyah

TAGS > , , , , , , ,

  • Adi

    Amin amin semoga terwujud..
    Saya urun doa..
    Salam..

    Reply
  • Tie Gipi

    setiap orang punya mimpi, termasuk saya.
    Semoga mimpi-mimpi kita menjadi mimpi yang pasti. amin

    “Salam Pemenang Kehidupan!”

    Reply
  • Dani

    Jgn takut BERMIMPI BESAR!! 😉

    Reply

Post a comment