Apa Bahasa Cinta mu?

Apa Bahasa Cinta mu?

Senin kemaren, tanggal 23 Desember, saya mendapat kesempatan berbagi materi “Menjadi Pemenang Kehidupan” di hadapan sekitar 170 guru SD dan SMP GKB Gresik dan sejumlah guru undangan dari sekolah lain. Ada salah satu pertanyaan dari peserta yang tampaknya perlu saya refresh disini. Pertanyaan ini tentang keluarga, komunikasi antara suami dan…

Read More

Cintaku Teruji

Oleh: Istikumayati Belum genap 1 bulan aku berpisah dengan anak-anakku. Demi impian keluarga, aku dan suami memutuskan memilih jalan ini, tentu dengan segala resikonya. Dua minggu sejak kedatanganku di Jepang, suami mengabari bahwa Isam Naoki, putraku yang baru berusia 28 bulan, sedang sakit. Selama seminggu putraku demam, flue, batuk, muntah,…

Read More

Bersabar itu Membahagiakan

Idul Adha, hari raya terbesar kedua umat Islam berlangsung hari ini. Momen kurban jadi sebuah ibadah massal yang mendunia. Sehari sebelumnya, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa Arofah, karena di waktu bersamaan, jutaan muslim yang melaksanakan haji, tengah beribadah wukuf di padang Arofah. Puasa adalah salah satu langkah melatih kesabaran. Ini…

Read More

Mbak Nada, Terima Kasih

Mencintai adalah sebuah kata yang menurut saya tak bisa didefinisikan 100%. Tak cukup hanya terungkap dengan kata-kata, namun juga harus terbukti dengan perbuatan. Mengucapkannya adalah hal yang mudah, namun pembuktiannya adalah hal yang sangat berat. Jika ada pertanyaan, “Apakah Anda mencintai keluarga Anda?” Mungkin kita bisa berkata, “Ya, saya mencintai…

Read More

Surat untuk Istri dan Anakku (2)

Assalamu’alaikum, selamat pagi istriku cintaku terbaik di dunia, Mbak Nada yang cantik dan Isam yang ganteng. Bangun pagi-pagi memang asyik ya, bisa main bareng dengan Abi, sebelum Abi berangkat ke Jakarta sore ini. Surat ini Abi tulis karena Abi ingin Umi, Mbak Nada dan Adek Isam jaga diri selama Abi…

Read More

Cinta bukan Apa Adanya

Ketika saya mengucapkan ijab kabul sekitar 5 tahun lalu di depan penghulu dan orang tua dari istri saya, didampingi dua orang saksi, dan disaksikan puluhan kerabat, saya menyadari mulai saat itu hidup saya pun berubah. Saya yang dulu single, sekarang sudah menenteng predikat suami. Saya yang dulu jomblo, sekarang sudah…

Read More

Marah tidak Menyelesaikan Masalah

Suatu saat mungkin Anda sudah terlalu penat dengan pekerjaan di tempat kerja. Ketika Anda pulang ke rumah, anak-anak dan keluarga meminta lebih dari Anda. Bisa jadi si kecil ingin main bareng. Atau pasangan Anda ingin berbicara empat mata tentang problem keluarga. Tentu ini semua adalah hal yang penting, akan tetapi…

Read More