BLOG

Supaya Bisnis Cepat Laris

Saya bukan orang yang expert masalah coaching bisnis. Namun saya berusaha merangkum dari berbagai materi seminar, buku dan pengalaman bisnis yang saya lalui. Membesarkan Kreasi Presentasi yang berusia 2,5 tahun dan mendapatkan lebih dari 50 konsumen corporate terbaik negeri ini memang bukan hal mudah. Yang lebih sulit adalah mempertahankan konsumen untuk terus repeat order. Di tulisan ini, saya mencoba merangkum dengan singkat tips supaya bisnis cepat laris. Salah satu referensi yang saya pakai adalah buku The Art of The Start 2.0 karya Guy Kawasaki, selain itu referensi lain yang saya rangkum adalah seminar dan training serta pengalaman di Kreasi Presentasi yang sudah saya alami. Apa saja tips supaya bisnis cepat laris? Ini rangkumannya: 

1- Awali dengan “Apa yang bisa saya bantu?”

Sebuah kekeliruan besar jika kita mengawali bisnis untuk memperoleh pundi-pundi rupiah sebanyak-banyaknya. Karena jika itu yang jadi mindset awal kita membuka bisnis, pasti akhirnya kita akan menghalalkan segala cara untuk mengumpulkan rupiah. Ketahuilah, era saat ini adalah era solusi. Solusi bisa menjadi komoditi bisnis. Banyaknya psikolog, konsultan maupun coach yang memberikan solusi atas berbagai problem manusia adalah buktinya. Mereka pun dibayar mahal demi memberi solusi.Berbagai produk startup seperti Go-Jek, Grab, Uber, Traveloka dan lainnya, muncul untuk memberi solusi. Nah, alangkah mulianya kita memulai bisnis dengan niat untuk memberi solusi. Menggapai arti. Awali dengan kata-kata, “Apa yang bisa saya bantu untuk menyelesaikan problem masyarakat Indonesia?” Problem tidak harus yang kompleks. Problem bisa sesuatu yang sederhana. Misal, Anda merasa masakan Ibu Anda nikmat, ga kalah dengan rumah makan bintang lima. Anda juga ingin membantu ekonomi keluarga. Maka, Anda kemudian berdiskusi dengan Ibu untuk bisa menjualkan masakan buatan Ibu dengan format katering online. Anda pun membuat aplikasinya. Ini adalah contoh sederhana memberi solusi.

2- Kelola dengan orang yang tepat

Bisnis akan berjalan baik jika Anda mengelolanya dengan orang yang tepat. Usul saya, jangan mempekerjakan orang yang sama dengan Anda. Bekerjalah dengan orang yang melengkapi Anda. Karena inti berbisnis hanya 2, siapa yang membuat produk dan siapa yang menjual produk itu. Jika Anda pandai membuat konsep produk, maka Anda perlu bekerja sama dengan orang yang pandai memasarkan. Bila Anda pandai packaging dan closing, maka Anda perlu bekerja dengan orang yang menyempurnakan komposisi produk Anda.

3- Beri pelanggan lebih dari harapan

Anda berjanji 11, tapi kenyataannya 10. Di sisi lain, produk lain berjanji 9, namun memberi hasil 10. Keduanya sama-sama 10, namun saya yakin, banyak kustomer yang memilih produk lain tersebut daripada produk Anda. Hindari banyak janji, beri audiens kualitas produk terbaik.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , ,

Post a comment