BLOG

Salah Kaprahnya Sebuah Perayaan

Sampai sekarang saya tidak tahu pasti awal mula Valentine’s Day atau hari kasih sayang. Meski penuh kontroversi, namun tidak ada yang tahu pasti sejarahnya. Pada awalnya saya merasa hari kasih sayang adalah perayaan yang indah. Bayangkan saja, seluruh dunia merayakan kasih sayang bersama-sama. Wow…sungguh membahagiakan. Kita bisa memberi hadiah untuk Ayah dan Ibu, Kakak dan Adik, maupun pasangan hidup. Apa kata dunia jika hidup tanpa cinta. Hehe.

Namun ternyata yang terjadi saat ini sungguh berbeda. Perayaan hari kasih sayang jauh dari nilai cinta yang sesungguhnya. Bukan dengan Ayah atau Ibu yang lebih pantas untuk disayangi. Namun sebagian besar dilakukan dengan pasangan yang belum resmi menjadi miliknya. Saya jadi teringat, bagaimana rekan saya yang bekerja di hotel bercerita bahwa hotelnya full booked pada tanggal 14 Februari. Sayangnya, banyak diantara tamu hotel tempatnya bekerja hanya mempergunakan jam menginap antara 2 hingga 3 jam saja. Dan sebagian besar diantara mereka bukan pasangan yang sah menurut agama.

Pasti Anda berpikir, “Ah.., Pak Dhony jangan negative thinking dulu.” Hehe… saya tidak negative thinking, saya hanya menceritakan kisah dari rekan saya. Dia melanjutkan, bahwa ketika cleaning service membersihkan masing-masing kamar, seringkali ditemukan alat kontrasepsi yang baru saja dipakai. Ya Rabb…

Entah jadi apa generasi muda negeri ini, jika perayaan salah kaprah ini terus berlanjut. Malah, ada teman saya yang menyampaikan pesan di facebook, kalau ada sejumlah supermarket yang memberikan bonus alat kontrasepsi jika ada pembeli yang memasukkan coklat ke daftar belanjanya.

Para Pemenang Kehidupan.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , ,

Post a comment