BLOG

Request Kegagalan

Saya masih ingat betul perkataan guru ngaji saya bahwa apa yang kita rasakan, kita ucapkan dan kita pikirkan adalah doa. Dan Allah itu maha mengabulkan apa yang kita do’akan. Tanpa disadari  setiap saat kita  berdoa, baik sengaja maupun tidak sengaja,  Setiap saat kita berbicara, berpikir tentang sesuatu  dan merasakan suatu hal. Apa  yang  kita alami adalah hasil doa kita sehari-hari.

Sebagai pecinta kuliner (lebih tepatnya pemakan segala makanan, he3x) saya sering kali mencoba bebagai makanan, tidak terkecuali nasi goreng. Didekat rumah saya, ada penjual nasi goreng yang mantaaps banget. Rasanya enggak kalah dengan yang di restoran, tapi harganya bersahabat di kantong (baca:murah).

Menariknya walaupun sudah ramai bahkan hampir kewalahan kalau lagi ramai, tetap si mas penjual nasi goreng kerja sendiri nggak dibantu siapa-siapa. Pernah suatu ketika saya nanyain kenapa nggak rekrut karyawan biar bisa bantuin plus pindah ke toko karena kalau pas rame-ramenya sampai habisin badan jalan. Dengan enteng si mas menjawab, “Tambah ribet mas nanti, kalo ngambil karyawan belum mikir gajinya terus belum tentu jujur, nanti kalau ngemplang bagaimana,terus nanti kalau malas bikin sakit hati, enak gini mas, kerja sendiri untungnya saya ambil sendiri, enggak repot mikirin gaji”.

“Kalau pindah ke toko mas, waduh tambah puyeng aku.” lanjut si Mas. “Belum mikirin sewanya, listriknya, airnya, belum nanti kalau enggak laku, sepi daganganku , bagaimana???.”

“Lagian banyak toko-toko yang dipinggir jalan kebanyakan pada tutup.” kata si Mas sambil menyebutkan satu-persatu toko-toko yang tutup.

Kawan, coba perhatikan si mas penjual nasi goreng selalu berpikir, berbicara dan merasakan hal-hal negatif tentang pengembangan usahanya. Si Mas terlalu fokus pada resiko, pada hal-hal yang mengarah kegagalan usaha, dan tidak pernah berpikir sekalipun tentang peluang keberhasilan usaha.

Pages: 1 2

TAGS > , , , ,

Post a comment