BLOG

Presentasi Konkrit vs Abstrak

Beberapa hari yang lalu, istri saya hadir dalam sebuah pelatihan di Kota Batu, Jawa Timur. Berbeda dengan pelatihan-pelatihan sebelumnya yang nampak membosankan, sepulang dari kota tersebut istri saya tampak bersemangat dan ceria. “Mas, tadi pelatihannya bagus, presenternya top. Dia ngajari step by step dan tidak membosankan, tidak seperti yang aku duga sebelumnya. Presentasinya konkrit Mas, presenter ga cuma duduk di depan memandangi laptop, Tapi juga berkeliling ke meja-meja peserta.”

Satu kata yang membuat saya tertarik dari pembicaraan istri saya adalah kata “konkrit”. Memang dalam menyampaikan presentasi, kita harus konkrit tidak boleh abstrak. Presentasi yang abstrak membuat audiens tidak paham dengan apa yang kita omongkan. Apalagi jika kita berbicara tentang angka dan data, makin banyak yang kita tampilkan di slide presentasi, presentasi kita bukannya makin jelas, tapi kian membingungkan. Lalu bagaimana membuat slide presentasi yang konkrit? Berikut tips-tips yang diberikan oleh Carmine Gallo:

  1. Buka presentasi dengan joke-joke ringan dan segar, sehingga audiens lebih fresh menerima materi.
  2. Tampilkan slide yang sederhana, menurut Leonardo da Vinci, “Kesederhanaan adalah Puncak dari Kepuasan“. Dengan slide yang simpel, audiens tidak perlu mengernyitkan dahi untuk melihat slide Anda. Makin banyak dahi yang berkerut, makin lelah juga audiens mengikuti presentasi Anda.
  3. Angka itu abstrak. Data juga abstrak. Angka dan data tidak bermakna ketika Anda hanya menyampaikan tanpa menjelaskan apa artinya. Misal, “Kapasitas mp3 player saya adalah 12 Gigabytes.” Kalimat tersebut tidak memiliki arti apapun dalam benak audiens, Hanya sekumpulan angka tanpa makna. Coba Anda tambahkan dengan kalimat berikut, “Tahukah Anda 12 Gigabytes itu seperti apa? Itu seperti Anda pergi ke bulan dengan mendengarkan musik, lalu kembali ke bumi dengan masih mendengar musik dari mp3 player Anda.”
  4. Tampilkan angka dan data dengan sesederhana mungkin. Tidak perlu banyak memberi legenda grafik. Makin banyak Anda menyisipkan legenda, slide Anda akan kian ruwet dan audiens tidak lagi berminat untuk melihat, apalagi mendengar penjelasan Anda.
  5. Tutup dengan closing yang berkesan, yang membuat audiens selalu mengingat Anda. Anda bisa mengambil quotes dari orang-orang ternama, seperti Donal Trump, “Jika Anda lahir miskin itu bukan salah Anda, tapi jika Anda mati miskin, itu pasti kesalahan Anda.”

Nah, setelah membaca tips-tips di atas coba introspeksi, bagaimana dengan presentasi Anda selama ini? Apakah konkrit atau malah abstrak? Jika memang masih abstrak atau Anda ingin memperdalam desain slide presentasi, Anda bisa mengikuti workshop “Amazing Slide  Presentation” yang kami adakan. Sukses !

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

  • Isa Suryo

    Apa kabar don, ni Isa tmn di SMUSA, btw bukunya dah rilis belum kynya ak minat buat baca, boleh dong ak dikirim?
    Tks before.

    Reply
  • Dhony Firmansyah

    Alhamd baik Isa, buku Amazing rilis Januari 2013. Kalau mau pesan silakan sms ke Bu Kuma, 0857 3333 0407. Sukses ya 🙂

    Reply

Post a comment