Presentasi Berkesan dari Pengalaman

Jika ingin presentasi Anda jadi pusat perhatian dan dijamin tanpa penolakan audiens, maka carilah konten presentasi yang unik dan berbeda dari yang lain. Salah satu nilai tambah dari presentasi Anda yang tidak dimiliki orang lain adalah presentasi berkesan dari pengalaman pribadi Anda sendiri. Cobalah Anda tengok kembali hidup Anda di masa lalu, apa pengalaman Anda yang sedih, gembira, mengharukan ataupun membanggakan. Cobalah bongkar memori Anda, apa ada pengalaman di masa lalu Anda yang membawa titik balik dalam kehidupan, yang memberi semangat untuk “hidup kedua kalinya”, yang membangun optimisme audiens sehingga presentasi Anda penuh dengan makna dan inspirasi.

Saya yakin pengalaman itu pasti ada. Dan setiap orang pasti berbeda beda. Untuk membuat audiens tak berpaling dari presentasi Anda, Anda tinggal mengolahnya dengan detail, menyisipkan dialog hingga audio visual yang membangkitkan emosi audiens. Wah, kelihatannya mudah ya Pak…, apa memang menyusun presentasi berkesan dari pengalaman itu tidak sulit? Sulit atau tidak, bagi saya tergantung dari keseriusan kita untuk membuat presentasi tersebut berkesan bagi audiens. Berikut adalah tips presentasi berkesan dari pengalaman yang sudah saya uji coba dalam sejumlah presentasi diantaranya materi Amazing Slide Presentation dan pidato istri saya di International Speech Contest Nagoya, Jepang:

1- Tentukan tujuan presentasi Anda, apakah untuk menginspirasi, menambah jumlah pelanggan, atau menjelaskan sebuah istilah tertentu. Dengan menentukan tujuan, kita akan mudah menemukan kisah yang cocok dengan target tersebut. Semisal, saya memiliki rekan yang benar-benar diberi kesempatan hidup untuk kedua kali, padahal saat itu denyut jantungnya sudah berhenti dan dokter memvonis semua organ vitalnya tidak berfungsi. Kisah ini sangat pas jika Anda presentasi untuk memotivasi audiens, namun kurang cocok untuk presentasi mengejar target penjualan.

2- Setelah menemukan tujuan presentasi…, rangkai kisah Anda dengan memberi awalan, pre klimaks, klimaks hingga antiklimaks kisah dan penutup. Persis seperti ketika Anda menulis cerpen atau novel. Tambahkan dialog juga di dalamnya, sehingga tampak nyata. Bila perlu berikan musik sesuai dengan nuansa cerita. Oya, tampilkan slide dengan foto yang orisinil dan berhubungan dengan presentasi Anda. Semisal ketika saya presentasi tentang tanpopo, maka slide yang saya hadirkan adalah foto putri saya yang sedang meniup bunga Dandelion (tanpopo).

Slide dengan gambar orisinil menjadikan presentasi Anda kian nyata dan berkesan.

3- Bacalah kisah Anda berulang-ulang, bila perlu sharing kan di depan rekan Anda yang mengetahui persis jalan cerita kisah tersebut. Bisa istri, anak, saudara atau rekan Anda. Supaya mereka bisa merevisi dan memberi masukan kisah Anda, sekaligus membuat kisah tersebut benar-benar nyata tanpa dibuat-buat.

4- Berlatihlah presentasi di depan mereka, mulai dari awalan cerita, per klimaks, klimaks hingga penutup. Mintalah masukan dari mereka, kata-kata Anda, gaya penyampaian Anda dan sebagainya. Karena mereka adalah perwakilan dari audiens…, maka masukan mereka sebenarnya juga masukan audiens.

5- Terakhir, mintalah saran dari para praktisi presentasi, orang-orang yang biasa menyampaikan story telling, para presenter nasional atau pakar yang ahli di bidangnya. Jangan ragu untuk meminta saran, karena masukan seorang ahli lebih baik dari 1000 orang awam.

Nah, itulah tips presentasi saya tentang mendesain presentasi berkesan dari pengalaman pribadi, semoga bisa memberi pencerahan tentang presentasi Anda ke depan.

Oya, untuk Anda semua pembaca setia blog ini, saya ucapkan Selamat Idul Fitri, 1435 Hijriyah, mohon maaf lahir batin. Semoga kita kelak bisa bersama di surga-Nya. Aamiin.

Salam Amazing.

@DhonyFirmansyah, Pakar Slide.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISI DULU YA * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.