BLOG

Perlunya Kelompok Mastermind

Ada yang bertanya kepada saya, “Pak Dhony, saya sudah menuliskan impian. Saya juga sudah berusaha belajar setiap hari, tapi kok semangat saya naik turun ya Pak? Bisa beri saya masukan?” Pertanyaan ini masuk lewat sms di nomor hp saya. Saya kemudian membalas, “Insya Allah saya jawab lewat tulisan saya di blog besok pagi, karena terlalu panjang kalau saya balas lewat sms juga. Terima kasih.”

Para Pemenang Kehidupan, bisa jadi kita punya masalah yang sama. Impian sudah kita tulis, target sudah kita buat, tapi ketika sudah mulai melangkah untuk mencapai target, ternyata rasa malas itu datang. Kegalauan menghampiri, semangat kita surut. Apa yang seharusnya kita lakukan? Tulisan ini sekaligus menjawab pertanyaan sms di atas.

Saat ini Piala Eropa sudah bergulir. Hampir semua mata dunia tertuju di pesta bola dunia biru. Di event akbar tersebut, kita bisa melihat, antara satu tim sepak bola dengan tim yang lain saling bertanding untuk meraih kemenangan. Satu tim berjumlah sebelas orang. Tahukah Anda jika ada satu orang anggota tim yang terkena kartu merah? Tentu, satu tim akan berkurang jumlahnya menjadi 10 orang. Ini adalah keuntungan bagi tim lawan. 10 lawan 11. Memang 10 orang bisa menang melawan 11, tapi keluarnya satu orang adalah sebuah kerugian besar.

Sepak bola bukan olah raga individu. Dia adalah olahraga tim. Kekompakan satu tim bisa berujung kemenangan. Sedangkan keegoisan salah satu anggota tim, bisa berarti kekalahan. Bagi saya, jika kita ingin tetap semangat, maka boleh saja kita ambil prinsip sepak bola sebagai olahraga tim. Memang impian kita ditentukan oleh tindakan kita pribadi. Namun kecenderungan kita untuk berusaha meraih impian, boleh jadi dipengaruhi oleh lingkungan. Seperti halnya teori dalam ilmu biologi, sifat yang tampak dalam diri manusia dibentuk oleh 20% gen dan 80% lingkungan.

Bila lingkungan kita memiliki visi dan misi yang sama, untuk meraih impian, menggapai kesuksesan, dan terus giat belajar, maka saya berani menjamin, Anda akan terus semangat dari waktu ke waktu. Sebaliknya, lingkungan yang selalu menggembosi semangat, akan memberi dua kemungkinan bagi  Anda, yang pertama Anda akan benci dengan lingkungan Anda sendiri, atau mungkin yang kedua, Anda terbawa arus lingkungan yang gemar bermalas ria dan ogah berkembang.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , ,

  • Princess Amanda @Princess_Coach9

    Analoginya kerON banget mas…

    Reply

Post a comment