BLOG

Pencitraan Positif

Selama 6 bulan ke depan saya dan keluarga ada di Indonesia, sebelum rencana saya berikutnya untuk menimba ilmu kembali di luar negeri akan menjelang. Indonesia tentu berbeda dengan Jepang, negeri yang sebelumnya saya tinggali. Beda budaya, beda tradisi, beda karakter. Salah satu yang sangat menonjol di negeri ini adalah figuritas atau kepemimpinan individu. Mengapa? Karena sistem di negeri Indonesia belum berjalan baik. Ada saja halangan yang terjadi.  Tentu ini ada sisi positif dan sisi negatifnya. Sisi positif, kita bisa tahu siapa pemimpin yang baik dan pemimpin yang buruk. Sedang sisi negatifnya, jika pemimpin yang baik diganti oleh orang yang buruk, tentu semuanya berubah, mulai dari etos kerja, aturan hingga pengaruhnya pada masyarakat. Nah salah satu hal yang marak saat ini adalah pencitraan positif, menggambarkan diri seseorang memiliki sifat positif dan layak dihargai oleh orang lain, baik melalui media massa maupun elektronik.

Sayangnya banyak orang yang menggunakan pencitraan positif sebagai ajang mencari massa, bukan sebagai ajang menunjukkan etos kerja. Padahal masyarakat berharap pencitraan diri seseorang sesuai dengan pribadinya. Ternyata tidak sedikit yang menggunakan sebaliknya.

Bagi saya, pencitraan positif seharusnya jadi pendorong diri kita untuk positif juga. Jika Anda punya akun facebook, twitter atau jejaring sosial lainnya, memajang foto dan profil yang baik, sesuai dengan etika dan berpakaian layak adalah salah satu contoh pencitraan positif. Status yang memotivasi, membangun, saling mengingatkan, adalah juga bagian dari pencitraan positif. Hanya saja, jangan sampai pencitraan tersebut menjadi kebohongan publik, kata orang Jawa “Abang-abange lambe” atau sekedar pemerah bibir, yang hanya muncul di akun sosial media namun tak dipakai dalam kehidupan nyata.

Siapapun butuh pencitraan positif. Jika Anda jadi pengusaha, pembeli atau konsumen tentu ingin tahu apa produk Anda layak atau tidak. Jika Anda guru, murid-murid Anda perlu orang yang bisa mengarahkan dan memotivasi. Jika Anda trainer, tentu Anda ingin memiliki nama besar dan bisa mensukseskan orang lain. Jika Anda karyawan, perusahaan perlu orang-orang yang mampu mencerminkan visi dan misi perusahaannya. Semua ini bisa diwujudkan dengan pencitraan positif.

Saya yakin di tengah kesulitan bangsa saat ini masih banyak orang-orang yang positif, yang mencitrakan diri dan sesuai dengan pribadi. Orang-orang seperti inilah yang perlu diangkat dan didukung untuk membangun negeri. Bukan sekedar mencitrakan diri namun ternyata tak terbukti.

Salam Amazing.

TAGS > , , , , , , ,

Post a comment