Optimis terhadap Tujuan yang ingin Diraih

Pernahkah Anda membaca artikel tentang migrasi burung? Betapa takjubnya saya ketika menelaah perjalanan panjang para burung untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Walaupun jarak yang mereka tempuh bukanlah rentang kilometer yang berdekatan. Saya ingin berbagi sebuah pelajaran yang saya dapat dari migrasi burung.

Pelajaran yang ingin saya sharring yaitu optimisme yang tinggi dari burung terhadap tempat akhir migrasi yang mereka bidik. Para burung memiliki sense untuk survive yang tinggi, sehingga sebagian besar migrasi dilakukan pada malam hari. Mengapa demikian?

Pertama, karena pada saat siang hari, kebutuhan energi yang diperlukan untuk hidup jauh lebih besar daripada malam hari. Jangka waktu burung untuk makan pada siang hari, lebih pendek dibandingkan setelah matahari terbenam.

Kedua, mobilitas burung predator pada malam hari seperti elang dan rajawali, sangat kecil. Sehingga para burung bisa bebas untuk terbang dan menjelajah tanpa takut terhadap bahaya burung pemangsa. Semua ini mereka lakukan, supaya mereka dapat selamat sampai akhir migrasi.

Demikian juga dengan Anda. Bila Anda ingin sukses, ada dua hal yang Anda harus benar-benar tanamkan.

Pertama, Anda harus yakin dengan keputusan yang Anda buat. Jangan ragu-ragu dengan apapun langkah Anda.

Kedua, apabila dalam menapaki keputusan, ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan Anda, jangan menyesali decision yang telah Anda buat. Karena bukan berarti target Anda meleset. Bisa jadi itu merupakan salah satu ujian untuk meraih sukses.

Sebagai contoh, ada sebuah kisah branch manager bank swasta yang bergelimang materi. Dari segi ekonomi, kehidupannya sangat terjamin. Gaji per-bulannya sekitar Rp.15.000.000,00. Belum termasuk tunjangan hidup dan lain-lain. Dia merasa kehidupannya sudah sempurna. Dia merasa segalanya telah dia raih.

Pada suatu saat, ibunya sakit. Dan membutuhkan perawatan yang serius. Semua rumah sakit ternama di Jakarta tidak mampu untuk menangani, sehingga dirinya memutuskan untuk membawa sang Ibu ke Singapura. Saat di Singapura, dia sedikit lega karena penyakit sang ibu berhasil didiagnosa. Meskipun harus opname selama beberapa minggu. Namun betapa terkejutnya sang manager, karena gaji sebulannya tidak mampu untuk membayar biaya rumah sakit disana dalam sehari.

Apakah sang manager menyesal terhadap keputusannya membawa sang ibu ke Singapura? Tidak, dia berpendapat bahwa sakit sang ibu adalah ujian pada dirinya supaya ingat terhadap sesama. Meski menghabiskan biaya ratusan juta rupiah, dia gembira. Sebab sang bunda bisa kembali sehat dan menjalani hidup dengan normal.

Malah, dia memahami bahwa uang bukan segalanya, ketika kita menyimpan materi untuk pribadi, tanpa berbagi dengan sesama, kita tak akan bahagia. Dia optimis, berbagi dengan sesama tidak hanya akan membuatnya sukses secara materi tapi juga menemukan kebahagiaan. Akhirnya dirinya memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya yang lama, seorang manager.

Saat ini dirinya terfokus untuk berbagi motivasi finansial dengan sesama. Sehingga bisa mencapai kemakuran dari segi ekonomi. Bukan untuk dirinya pribadi, tetapi juga untuk orang lain.

Dia adalah Tung Desem Waringin, sang motivator finansial terbaik di Indonesia.

Bagaimana dengan Anda, optimiskah dengan tujuan Anda? (dy)

(Silakan mengkopi-paste artikel dan link di blog ini dengan menuliskan sumbernya. Terima kasih)

2 thoughts on “Optimis terhadap Tujuan yang ingin Diraih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISI DULU YA * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.