Onigiri

Sewaktu saya mengnjungi kombini (minimarket) untuk pertama kalinya, istri membelikan saya onigiri. Onigiri adalah nasi kepal (biasanya berbentuk segitiga) yang dibungkus oleh lembaran rumput laut (nori). Onigiri yang dijual di pasaran bisa diisi dengan berbagai lauk, seperti telur, udang (ebi), daging, mayonnaise hingga nato (kacang kedelai yang difermentasi).

Selain rasanya yang unik dan mengenyangkan, saya mengamati hal lain yang cukup luar biasa dalam onigiri. Tentu, selama ini kita tahu, Jepang sangat detail dalam mempersiapkan segala sesuatu, khususnya produk yang dijual di pasaran, termasuk dalam kemasan onigiri. Kemasannya berupa plastik transparan yang terdiri dari 2 lapisan. Lapisan pertama untuk membungkus onigiri (nasi kepal) nya saja, sedangkan plastic lapisan kedua membungkus lembaran nori hingga menutupi bagian luarnya. Mengapa harus dua lapisan? Selain untuk melindungi keseluruhan permukaan nori, hal ini dimaksudkan supaya nori tidak melekat pada nasi, sehingga nori tetap renyah meskipun di display di supermarket selama seharian penuh.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana membuka dua lapisan plastik onigiri sekaligus, tanpa merusak lembaran nori dan kepalan nasinya? Bagaimana mendesain kemasan supaya ketika lapisan plastik luar dibuka, nori langsung melekat dengan nasi tanpa mengotori tangan pembeli? Ternyata hal ini sudah dipikirkan matang-matang oleh produsen. Jika Anda membeli onigiri di sini, Anda akan menemukan angka-angka panduan untuk membuka onigiri di bungkusnya. Anda harus mengikutinya, jika tidak, onigiri Anda akan berantakan, dan nori akan sobek tak karuan.

[embedplusvideo height=”360″ width=”640″ editlink=”http://bit.ly/VJXL5H” standard=”http://www.youtube.com/v/ugowL2_puxw?fs=1″ vars=”ytid=ugowL2_puxw&width=640&height=360&start=&stop=&rs=w&hd=0&autoplay=0&react=1&chapters=&notes=” id=”ep2273″ /]

Saya pun berpikir, pasti butuh waktu lama bagi produsen untuk menemukan langkah dan desain kemasan yang tepat untuk onigiri. Semua dilakukan untuk memudahkan konsumen, bukan sekedar supaya produknya laku dan dapat keuntungan yang tinggi.

Sekarang, karena kemasan yang aman, higienis, praktis, harga terjangkau dan bergizi, onigiri jadi pilihan utama masyarakat Jepang jika mereka sibuk dan tidak sempat menyiapkan bento. Kalaupun mereka membawa bekal makanan, maka nasi onigiri adalah pilihan terbaik untuk mereka. Onigiri jadi fenomenal, salah satu sebabnya adalah kemasan yang terdisain dengan apik dan sempurna.

Kemasan yang terdesain sempurna, menghasilkan onigiri yang sempurna.

Nah, apa hubungannya kemasan onigiri dengan presentasi? Kemasan onigiri yang dipersiapkan dengan hebat dan sempurna seringkali berbeda kondisinya dengan presentasi kita. Umumnya kita menggampangkan presentasi. Kita tampil apa adanya, yang penting gugur kewajiban maju ke depan. Tampil tanpa persiapan, slide sekedar copy paste dari naskah, dan menyampaikan presentasi dengan membaca slide. Tidak ada yang istimewa. Tidak ada nilai plus. Jika demikian yang kita lakukan, maka tidak ada satupun isi presentasi yang terkenang di hati audiens. Ini ibarat onigiri yang diletakkan di rak toko begitu saja. Onigiri tidak segar, tidak higienis, nori tidak renyah, mudah basi, dan mudah dihinggapi lalat.

Seharusnya kita menyiapkan presentasi dengan sungguh-sungguh, bila perlu persiapan harus matang dan berlatih berulang-ulang, sama seperti halnya desain kemasan onigiri yang terbentuk dengan apik. Jika onigiri kemasannya disempurnakan untuk konsumen, seharusnya pula kita menyempurnakan presentasi demi memudahkan audiens menangkap pesan. Salah satunya adalah mendesain slide presentasi seperti halnya desain kemasan onigiri. Anda bisa melakukannya dengan mengikuti event Amazing Slide Presentation Roadshow di 5 kota besar Indonesia. Dengan mendesain presentasi dan slide, penyampaian Anda akan fenomenal dan selalu terkenang, dan akhirnya Anda menjadi pilihan utama ketika presentasi tiba. Karir Anda melesat naik dan keahlian Anda terus meningkat tajam.

Salam Amazing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISI DULU YA * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.