Minta pada Tuhan

Minta pada Tuhan. Menerjuni dunia bisnis penuh ketidakpastian. Itulah yg selama ini banyak dialami oleh para pengusaha, termasuk saya. Jangan dikira dunia pengusaha itu penuh dengan kenikmatan, mudahnya urusan dunia, berlimpahnya uang dan lancarnya rezeki. Jika memang demikian usaha kita, ya.. Alhamdulillah. Sebaliknya, dunia usaha penuh dengan kerja keras, ulet dan sabar. Kita kerja keras aja belum tentu rezeki datang, apalagi kalau tidak bekerja. Kita rajin aja belum tentu ada yg mampir ke lapak kita, apalagi kalau malas buka lapak hehe… Hal ini bukan hanya dialami oleh mereka yg baru di dunia bisnis, yang sudah lama berkecimpung pun pasti merasakan ketidakpastian ini.

Setelah dapat pembeli atau klien pun demikian, belum tentu mereka bayar tepat waktu. Kakak ipar saya misalnya, bahkan sampai menunggu selama lebih dari 6 bulan untuk pembayaran mesin hidrolik yang dia jual pada pembeli. Kenapa? Eh.. ternyata pembelinya selama 6 bulan tadi juga kesulitan keuangan, akhirnya pembeli merelakan motornya sebagai pengganti pembayaran cash pada kakak ipar saya. Itu masih untung, klien mau bayar. Yang belum bayar karena usahanya sedang sulit juga banyak.

Saya dan tim Kreasi Presentasi pun demikian, ada klien yg sudah menjadwalkan training.. kemudian tiba-tiba membatalkan. Ada yang sudah deal, ternyata minta harga diturunkan. Macem-macem. Intinya rezeki itu tidak fixed. Bisa nambah bisa kurang. Ada juga yang sampai sekarang belum bayar padahal operasional usaha kami harus jalan. Pengeluaran tiap bulan kami itu pasti, sedang ada atau tidaknya klien, mereka bayar atau tidak itu belum tentu pas dengan janji. Nah kalau seperti ini gimana… marah sama klien juga ga mungkin. Hubungan baik dengan klien harus tetap dijaga. Bisa jadi mereka telat karena prosedur pembayaran mereka berbeda-beda. Bisa jadi juga mereka sedang sulit keuangan.

Dari sinilah saya kemudian mengerti, bahwa profesi, bisnis atau usaha bukan sumber rezeki. Tapi hanya sekedar keran penyalur mata air rezeki. Profesi tidak selalu menjamin keluarnya rezeki. Boleh jadi kerannya ada, tapi airnya sering mampet kayak PDAM hehe…

Analoginya gini. Supaya air kita lancar gimana, ya deket saja sama pengelola PDAM. Rayu dia, minta sama dia supaya dilancarin air kita, dikasih air kualitas terbaik, kalau perlu minta pelayanan eksklusif, ketika yang lain airnya mati, kita dapat kiriman truk air tiap hari. Istimewa kan. Tidak lucu kalau pas air mampet kita malah marah-marah sama keran, bilang keran ini tidak cocok atau gampang rusak.

Sama dengan usaha, supaya rezeki lancar, minta pada Tuhan. Minta sama Yang Menurunkan Rezeki. Ini tidak mungkin dikabulkan kalau kita tidak deket dengan Dia. Yuk kita mulai dekati Dia. Mau saingan?

Salam Amazing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISI DULU YA * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.