BLOG

Miniatur Masa Depan

Miniatur masa depan. Kemarin, saya sekeluarga berkunjung ke kota Chita. Sebuah kota kecil di tepi laut Jepang. Di sana, tinggal Otosan dan Okasan (Ayah dan Ibu) angkat istri saya, dua orang yang sudah kami anggap sebagai keluarga, saat istri saya menempuh pertukaran pelajar di tahun 2005. Kegembiraan tampak pada kami sekeluarga saat jumpa dengan Otosan dan Okasan. Mereka pun merasa sangat gembira akhirnya bisa berjumpa dengan kami sekeluarga.

Di usia yang tidak lagi muda, Otosan dan Okasan (sekitar 75 tahun), mereka masih sempat mengajak kami untuk makan bersama, bermain dengan anak-anak di Taman Rekreasi Beach Land, untuk melihat pertunjukan anjing laut dan lumba-lumba, hingga mengajak kami ke rumah mereka yang berusia lebih dari 100 tahun. “Rumah ninja” kata mereka. Di sana, kami ditunjukkan apa itu Suji, pintu geser yang terbuat dari kayu dan kertas dan Tokonoma ruang untuk berdiam diri, ibadah dan mengingat kembali kenangan bersama keluarga. Benar-benar rumah orisinil Jepang. Mereka berdua pun memberikan kenang-kenangan pada kami, berupa lukisan Nada Kumiko yang dibuat sendiri oleh Okasan, dan juga mainan mobil polisi dan mobil pos untuk Isam Naoki.

Sungguh pengalaman yang luar biasa bagi saya.

Otosan, Okasan dan keluarga saya di Minamichita Beach Land.

Seusai kembali ke rumah, Isam Naoki tak mau lepas dari dua mainannya. Mobil polisi dan mobil pos. Ketika saya tanya kenapa Isam Naoki suka main dengan mobil kecilnya? Mbak Nada langsung menjawab, “Karena kayak beneran Abi…”. Ya, mainan mobil polisi dan mobil pos yang diberikan Otosan, sangat mirip dengan aslinya. Seperti miniaturnya.

Pikiran saya langsung melayang ke saat dimana istri saya bercerita pengalamannya ketika berkunjung di sebuah sekolah di Jepang. Di waktu sang guru bertanya, apa cita-cita mereka?

Jawaban murid-murid jauh dari yang dibayangkan oleh istri saya. Bukan menjadi menteri, bukan menjadi presiden, bukan jadi pejabat. Namun menjadi tukang pos, menjadi pengusaha mobil mainan, menjadi penjual kue, menjadi petani, menjadi guru SD, menjadi masinis kereta. Cita-cita yang dekat dengan mereka, cita-cita yang sehari-hari mereka lihat.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment