BLOG

Menulis Kapanpun, Dimanapun

Saya telah berikrar dalam diri, bahwa setiap hari kerja saya akan selalu mempersembahkan tulisan baru untuk pembaca setia blog sederhana saya ini. Jika memang dalam sehari saya tidak memposting tulisan baru, maka ada dua kemungkinan, saya sakit atau saya aktivitas memaksa diri saya tidak bisa menulis hari itu. Namun saya tetap berusaha mengganti tulisan yang kosong di hari yang lain.

Banyak yang mengatakan menulis bukan perkara mudah, apalagi sampai kontinu melakukannya. Namun percayalah, menulis itu sangat mudah, syaratnya satu, Anda sudah terbiasa. Sama seperti mandi di pagi hari, ketika Anda mau berangkat sekolah, bekerja atau kuliah. mau tidak mau Anda harus mandi, meski air dingin dan tubuh menggigil. Mengapa? Karena mandi adalah sebuah kebutuhan saat itu. Nah, analogikan mandi dengan menulis, ciptakan menulis menjadi sebuah kebutuhan juga.

Saat saya mengetik tulisan ini, saya sedang berada di Masjid Universitas Negeri Surabaya, bersama rekan saya yang sedang kuliah S2, Aqil Rusli. Dia ingin sekali menulis sebuah buku. Saya memang sengaja membuat janji dengannya di tempat-tempat yang ramai, seperti rumah makan dan masjid kampus, karena saya tahu, rekan saya ini butuh tempat tenang untuk menulis. Saya mengajaknya ke tempat keramaian supaya dia terbiasa menulis kapanpun, dimanapun.

Menulis adalah skill. Menulis adalah kemampuan. Sama seperti memasak, menjahit, memperbaiki mobil, maupun fotografi. Karena skill, kemahiran menulis tidak datang dengan sendirinya. Butuh waktu dan butuh kesabaran untuk mengasahnya. Bagaimana cara supaya kita mahir menulis? Jawabannya mudah. Luangkan waktu untuk menulis. Dengan meluangkan waktu, kita bisa berlatih merangkai kata dan menambah kosakata. Saya pun demikian, hasil belajar saya dan ukiran pena yang telah saya goreskan, telah diterbitkan menjadi buku, yaitu “Menjadi Pemenang Kehidupan” (Leutika, 2010) dan “4 Cermin Flora” (Gramedia Pustaka Utama, 2012). Saya pun berharap bisa mengikuti langkah para penulis dan trainer besar yang memiliki karya-karya best seller.

Dengan membaca, Anda akan mengenal dunia. Namun dengan menulis, dunia akan mengenal Anda. Saran saya, jika Anda benar-benar ingin meninggalkan jejak abadi di dunia, dan nama Anda tetap terkenang meski anda sudah tiada, maka menulislah, mulai saat ini juga.

Kapanpun, Dimanapun.

Salam Pemenang Kehidupan.

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment