BLOG

Menulis Impian bukan Kesombongan

Bagi sebagian orang menulis impian adalah sesuatu yang penting, karena di dalam hati mereka yakin bahwa apa yang kita ucapkan, kita tuliskan dan kita usahakan setiap hari adalah doa. Namun sebagian yang lain beranggapan bahwa menuliskan impian adalah sesuatu yang berlebihan. “Mas, jangan tinggi-tinggi nulis impiannya, kalau terlalu tinggi jatuhnya makin lama makin sakit.” Kelihatannya dua-duanya adalah hal yang benar, menurut logika masing-masing. Namun, saya pribadi, saya lebih memilih yang pertama. Menulis impian dan meyakini bahwa itu adalah doa.

Saya pun ingin membuktikan hal ini dalam setiap ucapan dan tindakan saya. Bahkan di blog ini pun saya menulis Pakar Slide #1 sebagai tajuk utama. Menjadi Pakar Slide adalah cita-cita saya. Menjadi Pakar Slide adalah impian saya. Julukan Pakar Slide sendiri bukan dari saya pribadi, namun dari sejumlah rekan trainer nasional yang sudah mengakui kemampuan kecil yang dianugerahkan Tuhan pada saya. Menuliskan Pakar Slide bukan berarti membuat saya besar kepala dan keras hati. Menuliskan Pakar Slide berarti saya harus memegang amanah baru, terus belajar tentang display slide presentasi, karena saya memahami, sebagian besar orang akan merujuk kepada ahlinya jika bertanya tentang sesuatu yang tidak mereka pahami, termasuk slide presentasi.

Karena itu saya tidak boleh berhenti untuk maju, terus menimba ilmu. Impian saya adalah pergi ke negeri sakura dan sharing ilmu dengan orang yang saya anggap sebagai pakar slide presentasi nomor satu di dunia, Garr Reynolds. Dan Alhamdulillah, insya Allah pada bulan Maret 2014 hal ini akan terwujud.

Bagi saya, menuliskan impian bukanlah kesombongan, namun sebuah kewajiban. Menuliskan impian akan memacu kita untuk terus berkarya dan bergerak. Impianlah yang memaksa kita untuk mengoptimalkan setiap potensi diri yang diberikan Tuhan pada kita. Inilah arti syukur sesungguhnya. Bukan sekedar berterima kasih kepada Tuhan, namun juga membuktikan bahwa kita mampu memanfaatkan pemberian-Nya dengan optimal. Sejumlah riset pun telah dilakukan dan membuktikan bahwa kekuatan impian yang tertulis bisa melipatgandakan tekad dan potensi manusia untuk meraih hasil puluhan kali lebih baik, daripada yang tidak memiliki impian.

Saya mengucapkan terima kasih bagi siapapun yang telah memberi saya nasihat, masukan, saran dan kritik membangun demi kemajuan saya. Bagi saya, itu semua adalah batu bata, semen, pasir dan pondasi yang bisa mengokohkan kesuksesan saya kelak. Saya pun akan berusaha yang terbaik untuk menginspirasi negeri ini dengan kemampuan yang saya miliki. Dan saya yakin selama yang saya lakukan adalah hal positif dan tidak menyalahi aturan agama, Tuhan pasti selalu mendampingi langkah kecil ini. Dan ketika Yang Maha selalu mendampingi, tak ada satupun halangan berarti. Bismillah.

Salam Pemenang Kehidupan.

TAGS > , , , , , , , , , , , ,

Post a comment