BLOG

Menjaga Kepercayaan

Tidak ada satupun manusia yang suka dengan seseorang yang suka berjanji namun tidak dipenuhi. Bahkan seseorang yang suka inkar janji pun tidak suka bila bertemu dengan orang yang suka inkar janji juga. Orang yang gemar inkar janji akan dijauhi oleh rekan-rekannya. Mungkin di awal banyak yang percaya dengan janji manisnya, namun lama-kelamaan sifat buruknya akan kian nyata, seiring dengan makin seringnya dia inkar janji. Awalnya ngomong bisa, eh… tiba-tiba setengah jam sebelum acara dibatalkan begitu saja. Awalnya bilang mau menyelesaikan job, eh tiba-tiba ketika deadline job sudah mepet, dia mengatakan kalau tugas ini terlalu berat bagi dia. Orang yang inkar janji akan menyusahkan keluarganya, orang lain, bahkan perusahaan tempat dia bekerja.

Padahal, ikatan manusia yang paling tinggi adalah kepercayaan. Kepercayaan muncul ketika seseorang mampu menepati janji, misal untuk datang tepat waktu, menyelesaikan tugas on time dan lain-lain. Itu adalah bentuk ketepatan janji. Dalam berbisnis pun demikian. Seorang pengusaha, dagangannya akan laris manis ketika dia mampu menjaga kepercayaan konsumen. Lagi-lagi tentang pemenuhan janji. Misal barang yang dijual berkualitas bagus atau diskon yang diberikan sesuai dengan harga yang tertera, adalah dua contoh pemeliharaan kepercayaan dari seorang pengusaha kepada konsumennya.

Nah, jika hidup kita mengalami masa-masa sulit, dijauhi orang lain, rezeki tidak kunjung datang, cobalah introspeksi, apakah selama ini kita memelihara kepercayaan dengan memenuhi janji atau tidak? Jika memang demikian, maka saatnya kita membuka lembaran baru, untuk segera meminta maaf dan memenuhi janji-janji yang terbengkalai di masa lalu.

Apakah harus demikian? Iya, selain janji adalah hutang yang harus dibayar lunas, saya termasuk orang yang percaya bahwa di dunia energi positif yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita, demikian pula sebaliknya. Energi negatif yang kita jalankan, akan dibalas tuntas juga di dunia. Jika kita sering inkar janji, maka itu tandanya kita sudah menebar energi negatif kepada orang lain, dan tanpa disadari hal ini akan kembali kepada diri kita dalam bentuk hal-hal negatif pula. Misalnya omset yang menurun, nilai penjualan yang anjlok, konsumen yang beralih ke toko lain dan sebagainya.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment