Mengundang Rezeki

Bulan Desember 2015 ini, alhamdulillah jadwal pelatihan Amazing Slide Presentation dan Amazing Slide MiniMAX cukup padat (bisa Anda simak di halaman Jadwal Pelatihan saya). Mulai dari Sekretariat Kabinet RI, Astra Honda Motor, Bappenas, Badan Pusat Statistik, hingga PT. DHL Indonesia. Jadwal pelatihan ini sepakat untuk saya hentikan sementara diatas tanggal 21 Desember 2015 hingga 10 Januari 2016, karena saya harus mempersiapkan diri baik fisik maupun mental untuk melaksanakan ibadah umroh.

Beberapa bulan lalu, kakak ipar saya juga melaksanakan ibadah haji ke tanah suci, salah satu kisah yang menarik darinya adalah ujian yang hadir saat akan berangkat ke Mekkah. Kakak ipar saya seorang pengusaha. Dirinya memiliki perusahaan yang membuat mesin hidrolik. Sebelum berangkat ke tanah suci, bisnisnya lagi sepi, bukan hanya orderan yang makin sedikit, klien yang sudah harus membayar pun ditagih kian sulit. Sepi, …. alasan yang sama diutarakan oleh klien beliau. Padahal operasional perusahaan harus tetap jalan, karyawan harus tetap digaji. Kakak ipar saya sempat beberapa kali mengalami defisit anggaran, namun dia sadar, itulah dinamika wirausaha.

Uniknya, order pembuatan mesin hidrolik makin meningkat mendekati keberangkatannya ke tanah suci. Dia harus berangkat ke tanah suci pada bulan September 2015. Dia sudah berjanji untuk sementara menghentikan proses penerimaan order di awal September. Mendekati hari-H order kian banyak, bahkan sehari sebelum masa penutupan order, ada pemesanan pembuatan mesin yang nilainya lebih dari 4 M dengan catatan mesin tersebut harus lekas diselesaikan bulan itu juga.

Jumlah tersebut bukan nilai yang sedikit. Kakak ipar saya tahu, kalau jika order tersebut dia terima, konsekuensinya pembuatan mesin itu harus diawasi tiap hari, dan dia harus membatalkan keberangkatannya ke tanah suci. Namanya manusia, sempat dia galau menentukan pilihan, namun akhirnya dia memutuskan untuk menolak order tersebut dan tetap berangkat ke tanah suci. Kata dia, “Memang ga ada jaminan kita bisa dapat order yang sama tahun depan, tapi rezeki kita kan dari Allah. Kita haji untuk mendatangi Sang Pemberi Rezeki. Kalau kita mengutamakan Dia…, Dia akan mengutamakan rezeki kita…. Jadi sebenarnya aku bukan menolak rezeki, tapi dengan haji justru aku mengundang rezeki.”

Hal yang hampir sama juga terjadi pada saya. Insya Allah saya berangkat umroh 25 Desember 2015. Saya memutuskan untuk menghentikan sementara aktifitas training mulai 22 Desember 2015. Yang unik, di bulan Desember ini order dari corporate maupun BUMN kian banyak. Bahkan ada order untuk memberi pelatihan kepada 500 staf salah satu perusahaan dengan syarat pelatihannya berurutan dari tanggal 10 hingga 23 Desember 2015. Sesuai dengan janji, tim Kreasi Presentasi membatasi pelatihan saya maksimal tanggal 21 Desember, yang akhirnya membuat pelatihan untuk 500 staf tersebut dibatalkan. Bukan berarti tim kami menolak rezeki, tapi justru kami ingin mengundang rezeki. Alhamdulillah, jadwal yang kosong sebelumnya dari tanggal 10 hingga 21 Desember, satu per satu terisi dengan corporate lainnya.

Pengalaman ini seakan memberi teguran pada saya supaya mengutamakan Yang Maha Pemberi Rezeki. Rezeki kita tak akan tertukar. Utamakan Tuhan, maka Tuhan mengutamakan kita. Semoga Allah selalu memberi kelimpahan rezeki kepada kita semua, dan makin menyadarkan kita bahwa mengutamakan Tuhan sama dengan mengundang rezeki, bukan menolaknya.

Salam Amazing.

2 thoughts on “Mengundang Rezeki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISI DULU YA * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.