BLOG

Mengapa Profesi ini yang Anda pilih?

Apakah profesi yang Anda pilih sekarang sesuai dengan keinginan Anda? Jika ya, Andai Tuhan memberi Anda usia sekali lagi dan terlahir kembali ke dunia, apakah profesi ini yang sekarang tetap Anda jalani?

Pertanyaan ini pernah ditanyakan oleh guru inspirasi saya, saat saya berdialog dengannya. Saat itu saya masih bekerja sebagai karyawan, dengan gaji pas-pasan, harus datang pagi dan pulang malam. Tentu saya mengatakan, “Bukan, ini bukan profesi idaman saya. Andai saya boleh memilih, saya ingin menjadi guru atau dosen.”

Karena saya merasa hati saya tidak berada disini, maka saya pun merasa tersiksa ketika bekerja. Tertekan oleh waktu, tenaga dan dana. Saya ingin keluar dari pekerjaan saya, tapi profesi apa yang harus saya kerjakan? Sedangkan sayalah tumpuan keluarga. Saya harus memberi nafkah pada mereka.

Di saat hati saya sedang galau, guru saya mengajak diri saya untuk bergabung dengan Indonesia Inspiring Movement (i2move), komunitas trainer terbesar di Indonesia. Syaratnya, saya harus mengikuti Trainer Bootcamp & Contest yang dipandu oleh Jamil Azzaini, untuk mengetahui sejauh mana potensi saya untuk menjadi seorang trainer.

Dana yang saya keluarkan untuk ke Bogor, tempat event saat itu tidaklah sedikit. Empat setengah juta saya keluarkan. Saya meninggalkan istri dan abuah hati saya dengan tabungan keluarga yang bersisa hanya lima ratus ribu. Saya masih ingat bagaimana istri saya berkata, “Mas, uang tabungan keluarga kita tinggal sedikit. Tapi, kalau Mas yakin jalan ini yang sesuai dengan hati nurani, berangkatlah Mas. Tapi kalau Mas tidak yakin, lebih baik tetap saja pada pekerjaan Mas sebelumnya.

Kata-kata istri saya makin membuat saya yakin, bahwa dibalik ini semua akan ada secercah cahaya kebahagiaan untuk saya dan keluarga. Setelah dari acara tersebut, saya pun kemudian membuat jaringan trainer di Surabaya. Saya dan sejumlah rekan pun mendirikan perusahaan sendiri. Saya pun terus berlatih dan berlatih. Seminar dan workshop yang awalnya berharga ratusan ribu, sekarang menjadi belasan juta rupiah. Alhamdulillah. Saya bisa menempuh jenjang S2. Saya pun dengan serius mendalami profesi trainer ini. Memang semuanya tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , ,

Post a comment