BLOG

Mengapa Banyak Orang yang Tidak Kaya?

Saya ingat kata-kata Tung Desem dalam bukunya “Financial Revolution”, yang menyebut, bahwa tidak ada profesi yang aman dari pemecatan, mutasi dan PHK. Karena tidak ada pekerjaan yang aman, maka kita yang harus membuat apapun penghasilan yang kita peroleh benar-benar aman. Artinya apapun pekerjaan kita, penghasilan yang kita miliki harus mampu mencukupi kebutuhan harian, bahkan investasi untuk masa depan.

Bagaimana mengamankan aset yang kita miliki? Tentu saja dengan menjadi kaya. Sayangnya menurut riset, 50% perputaran uang di dunia hanya dikuasai oleh 1%  orang saja. Artinya kekayaan di dunia, apalagi di Indonesia, tidaklah merata. Di satu sisi kita melihat ada orang yang menaiki Range Rover terbaru dan mengkilat, di sampingnya ada orang yang menuntun sepedanya yang lepas rantai karena berkarat. Ya…, ini adalah ironi. Ketimpangan sosial yang nyata-nyata terjadi.

Lalu bagaimana supaya kita bisa kaya? Berusaha? Bekerja keras? Berdoa? Itu pasti. Namun supaya kita bekerja, berusaha dan berdoa dengan optimal, ada satu hal yang harus kita ubah terlebih dahulu. Apa itu? Mindset atau keyakinan tentang kekayaan. Inilah yang harus kita ubah sebelum melakukan aksi nyata memerangi kemiskinan.

Perlu kita tahu, kalau otak manusia secara fitrah selalu mendekati kenikmatan dan menjauhi kesengsaraan. Ini otomatis. Manusia juga menyukai kebaikan dan membenci keburukan. Sebelum berusaha, bekerja dan berdoa, tanamkan pada diri Anda bahwa kaya itu baik, sedangkan miskin itu buruk. Buang jauh-jauh kata-kata yang menyebut, “Anda harus hidup apa adanya.” “Uang itu pangkal segala kejahatan.” Dan sebagainya. Karena kata-kata ini jika Anda yakini akan berdampak pada usaha dan etos kerja Anda.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment