BLOG

Menampilkan Pie Chart yang Mudah Dipahami

Pie chart adalah salah satu bentuk grafik yang paling mudah dipahami. Pie chart fokus untuk menampilkan sebagian proporsi (prosentase) sebuah variabel dibanding variabel lain dalam 100% proporsi. Untuk menampilkan pie chart, jumlah populasi keseluruhan harus diketahui (100%), sehingga bisa meminimalisir kesalahan dalam visualisasi data.

Pie chart ada dua jenis, pie chart 2D dan pie chart 3D. Hampir semua buku visualisasi data yang saya baca menyarankan pie chart 2D dibanding 3D. Salah satu alasannya adalah pie chart 2D lebih akurat dalam visualisasi data karena luasan proporsinya konsisten. Sedangkan pie chart 3D luasan proporsinya berubah-ubah sesuai dengan perspektif sudut pandang kita. Karena pie chart 3D bukan hanya memiliki luasan, namun juga memiliki ketebalan. Analisa ini pernah saya tulis di artikel sebelumnya, berjudul “Teknik Menampilkan Grafik dan Pie Chart“.

Hampir semua orang suka pie chart. Visualisasinya yang unik dan bentuknya yang sederhana memudahkan audiens dalam melihat data sekaligus menyimpulkannya. Meski demikian, kita tidak bisa memungkiri ada sebagian kecil dari kita yang kurang optimal dalam visualisasi pie chart, sulit dimengerti, bahkan terlalu banyak data yang dimasukkan dalam lingkaran pie chart.

Nah, berikut saya mencoba mengutip sebuah artikel dari Visage yang membahas tentang visualisasi data, khususnya pie chart. Artikel ini akan menjelaskan cara menampilkan pie chart yang mudah dipahami oleh audiens sekaligus mengoptimalkan tampilan slide presentasi Anda. Apa sajakah teknik menampilkan pie chart yang mudah dipahami tersebut? Berikut penjelasannya:

1- Jangan membagi Pie Chart lebih dari 5 Proporsi

Kita tahu bahwa proporsi pie chart berbentuk juring. Semakin ke pusat, luasannya kian kecil. Oleh karena itu kita harus memperhatikan ukuran masing-masing juring proporsi. Menurut visage, proporsi maksimal untuk satu pie chart adalah lima proporsi. Ini adalah salah satu trik supaya kita bisa menampilkan pie chart yang mudah dipahami. Menurut visage, pembagian proporsi pie chart yang lebih dari lima akan menyulitkan audiens membaca dan memahami pie chart.

2- Jangan menggunakan Pie Chart lebih dari Dua Proporsi untuk Perbandingan

Untuk perbandingan, gunakan grafik batang. Kecuali Anda membandingkan dua pie chart (berbentuk donat) yang masing-masing memiliki maksimal dua proporsi. Grafik batang memudahkan audiens mengira-ngira ukuran dalam tiap proporsinya

3- Pastikan Proporsi Total 100%

Menampilkan pie chart yang mudah dipahami berarti juga menyesuaikan ukuran proporsinya plus juga memastikan jumlah prosentase sama dengan 100%.

4- Pastikan Penempatan Proporsi Anda Benar

Secara umum, urutan proporsi dalam pie chart adalah mulai dari angka dua belas lalu berputar mengikuti jarum jam, dimulai dari proporsi terbesar. Akan tetapi Anda juga bisa membuat penempatan proporsi pie chart yang paling besar di setengah lingkaran bagian atas sehingga lebih mudah dibaca.

Nah, itulah tips menampilkan pie chart yang mudah dipahami menurut visage. Jika Anda ingin mengoptimalkan visualisasi data lebih dalam, silakan bergabung bersama seri pelatihan Amazing Slide tentang infografis dan visualisasi data, Amazing Slide Infographic. Silakan menghubungi Bu Kuma di 0857 3333 0407 untuk kerja sama dengan kami.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Salam Amazing.

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment