Memilih Visualisasi yang Tepat untuk Data

Pelatihan Infografis, Videografis & Visualisasi Data, CP: 0857 3333 0407.

Memilih Visualisasi yang Tepat untuk Data

Bagi Anda yang berkecimpung dalam dunia presentasi maupun infografis, visualisasi data adalah kebutuhan terkini yang wajib dikuasai. Oleh karena itu, kita perlu memahami bagaimana memilih visualisasi yang tepat untuk data Anda. Sehingga data tidak sekedar ditampilkan, namun mudah dimengerti dan gampang disimpulkan oleh audiens.

Memilih visualisasi yang tepat untuk data tidaklah mudah. Kita harus mampu memahami data secara utuh, mengetahui tujuan menampilkan data, hingga menentukan grafik atau diagram yang tepat untuk visualisasinya. Menurut Midori Nediger (kontributor Venngage), paling tidak ada 3 alasan pentingnya visualisasi data yang tepat yaitu:

  • Memahami data yang kompleks dengan lebih mudah
  • Memperkuat persuasi dalam pesan Anda, dan
  • Membuat insight Anda lebih mudah diingat audiens.

Masih menurut Midori Nediger, untuk memilih visualisasi yang tepat untuk data bisa diawali dari menentukan tujuan tampilnya data. Ada 5 tujuan tampilan data, yaitu:

1- Memberi Informasi

Jika tujuan visualisasi data Anda untuk memberi informasi maka, Anda bisa memilih 3 tampilan dasar visualisasi data berikut:

a- Menampilkan angka lebih besar daripada kalimat sehingga lebih menonjol diikuti dengan kalimat penjelasannya. Misal 65% penduduk Jakarta aktif menggunakan Twitter, maka Anda bisa membuat visualisasi data dengan memperbesar angka 65%, dan kemudian diikuti dengan penjelasannya menggunakan ukuran font normal. Berikut contohnya:

b- Menggunakan donut chart atau diagram donat, untuk menunjukkan data tunggal dalam satu kesatuan proporsi.

c- Menggunakan piktograf, yaitu grafik dan ditambahkan ikon yang mewakili proporsi keseluruhan. Ini contohnya:

2- Membandingkan Data

Bila tujuan Anda untuk menampilkan data adalah untuk membandingkannya, maka ada beberapa variasi untuk memilih visualisasi yang tepat untuk data, yaitu:

a- Grafik Batang (Bar Chart), untuk perbandingan panjang.

b- Grafik Bubble (Bubble Chart), untuk perbandingan luas lingkaran.

c- Grafik Lingkaran (Pie Chart), untuk menunjukkan perbandingan proporsi.

d- TreeMap, untuk menunjukkan perbandingan luas persegi dan komposisinya.

e- WordCloud, untuk menunjukkan frekuensi kata yang muncul.

3- Melihat Perubahan Data

Jika visualisasi data kita bertujuan untuk melihat perubahan data, naik dan turunnya, progress hingga menyimpulkan data, maka ada 4 alternatif tampilan data untuk Anda, yaitu:

a- Grafik Garis (Line Chart), grafik ini dipakai untuk melihat perubahan sejumlah data (series), dibandingkan dengan variabel waktu.

b- Grafik Area (Area Chart), hampir mirip seperti line chart, namun bukan berupa garis, tetapi berwujud shapes. Untuk area chart, data yang dilihat perubahannya tidak sebanyak line chart.

c- Garis Waktu (Timeline), mengetahui kronologi sebuah peristiwa berdasarkan waktu.

d- Grafik Peta (Map Chart), mengetahui perubahan data di sebuah wilayah tertentu dengan visualisasi berbentuk peta.

4- Mengorganisasi Data

Kadangkala data yang kita terima bukan berupa angka, namun berupa kata-kata. Untuk data yang berupa susunan kalimat, misalnya nama lengkap, alamat, jabatan dan sebagainya, maka visualisasi data yang terbaik adalah tampilan untuk mengorganisirnya, yaitu:

a- Diagram List, berupa diagram yang menunjukkan daftar tertentu.

b- Flowchart, menampilkan alur, proses atau urutan yang harus diikuti step by stepnya.

c- Diagram Venn, menampilkan kategori atau grup dari masing-masing data.

d- Mind Map, mengetahui hubungan (koneksi) antara satu data dengan data lain.

e- Tabel, menampilkan data dalam bentuk baris dan kolom.

5- Melihat Hubungan AntarData

Tips terakhir memilih visualisasi yang tepat untuk data berdasar tujuannya adalah melihat hubungan antardata. Bila tujuan kita menampilkan data adalah untuk melihat koneksi antar data maka berikut adalah visualisasinya:

a- Scatterplot, grafik ini dipakai untuk melihat hubungan antara dua variabel data yang continuous.

b- Histogram, dipakai untuk menunjukkan distribusi data. Tampilannya mirip grafik batang vertikal, namun tanpa jeda antara batang grafiknya.

c- Grafik Gabungan (Combo Chart), gabungan antara dua atau lebih grafik, misal grafik batang dan grafik garis lalu dibandingkan keduanya.

Nah, itulah tips tentang memilih visualisasi yang tepat untuk data Anda. Infografis rangkuman artikel di atas bisa disimak dalam tampilan berikut. Semoga bermanfaat. Salam Amazing.

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment