BLOG

Memasyarakatkan Bank Sampah

Tanggal 24 Nopember lalu, saya mendapat kesempatan untuk berbagi inspirasi dengan Unilever indonesia dalam program Surabaya Green School bersama siswa-siswi SMP terpilih dan para guru. Tujuan program ini satu, mencoba memasyarakatkan bank sampah sebagai upaya pengolahan sampah yang mudah, sederhana namun efektif.

Memang banyak kendala yang harus dihadapi. Pada sejumlah pilot project Unilever, hambatan demi hambatan terus dialami. Namun ini tidak menyurutkan semangat siswa, guru dan Unilever sendiri untuk terus memasyarakatkan bank sampah. Salah satu langkah untuuk membangun sistem bank sampah adalah dengan memilah-milah sampah yang ada.

Ketika mendengar kata memilah sampah, saya jadi teringat kisah yang disampaikan istri saya ketika masih di Nagoya. Jepang memang terkenal kebersihannya. Pengolahan sampah dari rumah tangga adalah salah satu kunci suksesnya. Kata Okaasan (Ibu angkat istri saya ketika di Jepang), dulu negeri kami sama seperti Indonesia, sama seperti Surabaya. Kotor, sampah berserakan, kalaupun ada pembuangan sampah, itupun ditumpuk begitu saja. Akhirnya, sampah itupun menggunung dan menimbulkan bau tak sedap.

Hal ini membuat pemerintah Jepang melakukan revolusi sampah besar-besaran. Aturan ketatpun diberlakukan. Sampah dari rumah tangga harus dipilah-pilah. Mulai dari sampah plastik, organik, kaleng, kaca dan sebagainya. Memang awalnya kami berat untuk melakukannya. Menggerutu dan komplain dengan pemerintah kami, begitu ujar Okaasan. Namun setelah beberapa tahun, hasil dari pemilahan sampah yang kami lakukan dampaknya luar biasa. Negeri kami jadi sangat bersih. Bahkan di selokan sekitar rumah, bisa dilihat ikan-ikan koi yang berenang diantara jernihnya air.

Bank sampah adalah salah satu solusi alternatif pengolahan sampah di negeri ini. Budaya pemilahan sampah, mengumpulkannya dan mengolahnya sebagai bahan yang bisa dimanfaatkan kembali adalah jalan keluar cerdas untuk masalah sampah yang hampir dimiliki oleh semua kota besar di Indonesia. Apalagi bank sampah juga bisa menambah penghasilan, bagi siapapun yang bersedia memilah sampah. Memang hasilnya tidak bisa langsung dirasakan. Karena fokus utama dari bank sampah adalah budaya.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , ,

Post a comment