BLOG

Melompat Lebih Tinggi

Binatang apa yang lompatannya paling tinggi dibandingkan ukuran tubuhnya? Kalau Anda menjawab kanguru, bukan, karena kanguru melompat paling tinggi 5 kali ukuran tubuhnya. Jika Anda menjawab katak, juga bukan, karena katak paling jauh melompat 20 kali ukuran tubunya. Belalang? Juga bukan. Memang belalang bisa melompat lebih dari 100 kali ukuran tubuhnya, namun itu juga karena bantuan sayapnya.

Jawabannya adalah kutu anjing. Kutu anjing memiliki lompatan tertinggi dibanding ukuran tubuhnya. Binatang ini bisa melompat 300 kali ukuran tubuhnya.

Ada sebuah penelitian yang dilakukan, untuk mengurangi kemampuan lompatan kutu anjing. Seekor kutu anjing liar, ditempatkan dalam sebuah kotak korek api, dengan tetap diberikan makanan setiap harinya. Selama beberapa minggu di  kotak korek api, kutu anjing melompat dalam gelap. Hal ini membuat kutu anjing susah memprediksi keadaan sekitar. Dirinya juga tidak mampu mengira-ngira ketinggian atap kotak korek api.

Ketika dia melompat, badan kutu anjing akan seringkali berbenturan dengan atap kotak korek api. Hal ini membuat kutu anjing semakin lama mengurangi intensitas lompatannya, supaya tidak lagi berbenturan. Setelah beberapa minggu, kutu anjing dikeluarkan dari kotak korek api. Meski kutu anjing bisa memprediksi keadaan sekitar, ternyata lompatannya tidak lagi setinggi 300 kali ukuran tubuhnya. Anda bisa menebak, lompatan kutu anjing sekarang tidak lebih tinggi dari kotak korak api.

Peneliti kemudian berkesimpulan, bahwa lingkungan sekitar mempengaruhi insting kutu anjing. Kotak korek api membuat kutu anjing terkondisi pada lingkungan yang membatasi lompatannya. Ketika keluar dari kotak korek api, kutu anjing merasa sudah mampu melompat kembali seperti semula, padahal potensi lompatannya jauh lebih tinggi dari itu.

Penelitian ini menjadi teguran bagi kita. Adakalanya kita berada di lingkungan mirip kotak korek api. Membatasi potensi, membuat kita ragu akan kemampuan kita dan menjadikan kita malas berkarya. Mudah menemukan lingkungan seperti ini. Rekan di sekolah atau kampus yang mengatakan “Halah, buat apa susah-suah belajar, toh pasti lulus dan dapat ijazah. Kalau belajar pun belum tentu sukses,” sesungguhnya dia sedang berusaha membuat kotak korek api di sekeliling Anda.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , ,

Post a comment