BLOG

Melepaskan Pengaruh Negatif

Anda yang hidup di perkotaan akan selalu berinteraksi dengan kepadatan lalu lintas dan kemacetan. Tak jarang keadaan yang sumpek dan penat di jalan membuat para pengendara lebih emosional, individualis dan tak mempedulikan keselamatan orang lain. Keadaan itu juga bisa terbawa sampai ke rumah. Jika bad mood itu terus terjadi setiap hari dan memberi beban yang tak terlihat, kedamaian hidup Anda akan terancam. Karir Anda akan merosot dan Anda akan mudah tersulut emosi.

Mengapa bisa demikian? Menurut penelitian, setiap kendaraan yang ada di jalan mengeluarkan emisi berupa gas buang yang tidak diperlukan. Salah satu gas buang yang paling berbahaya adalah karbonmonoksida (CO). Karbonmonoksida tidak berwarna dan tidak berasa, namun kemampuannya untuk meracuni syaraf dan pernapasan manusia sangat signifikan.

Perlu Anda tahu, di dalam darah ada pigmen yang disebut hemoglobin. Pigmen ini bertugas mengikat oksigen untuk diedarkan ke seluruh pembuluh darah. Ketika ada gas CO, maka hemoglobin lebih memilih berikatan dengan karbonmonoksida daripada oksigen. Bahkan menurut penelitiannya ikatan CO dan hemoglobin lebih kuat 200 kali lipat daripada ikatan oksigen dengan hemoglobin.

Apa yang terjadi ketika CO berikatan dengan hemoglobin? Awalnya saraf kita akan terasa jenuh, penat dan mudah emosional. Ketika hal ini berlangsung terus menerus, maka Anda akan merasa pusing, mual, detak jantung meningkat, dada terasa sesak hingga sulit bernapas. Yang paling fatal tentu saja kematian. Ini akan terjadi jika kita terus menerus menghidup CO dan terakumulasi dalam darah.

Bagi saya, karbonmonoksida (CO) ibarat pengaruh negatif yang ada di sekeliling kita setiap hari. Kita yang sedang semangat, bisa jadi mendapat inputan kata-kata negatif dari rekan kanan-kiri. “Halah, buat apa susah-susah kerja, pinter-bodho gajinya sama.” Memang tidak terasa kita hirup, namun akan melekat erat di jiwa.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , , , , ,

  • i2move

    Luar biasa Pak Dhony, semoga makin sukses dan terus menebar kemuliaan. Amin

    Reply

Post a comment