BLOG

Maafkan Aku

Maafkan aku anakku, selama ini Ayahmu terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Terlalu banyak waktu memandangi laptopnya. Selama ini Ayahmu lupa bahwa dia bekerja untuk keluarga dan dia seharusnya lebih banyak membelai anaknya daripada keyboardnya.

Maafkan aku anakku, selama ini aku suka memarahimu. Aku menganggapmu tahu mana yang benar dan mana yang salah. Padahal dirimu belum mengerti apa itu benar dan salah. Parahnya lagi, itu sebenarnya tugasku untuk memberitahumu. Sayangnya aku lalai akan itu.

Maafkan aku anakku, ketika pagi aku jarang menciummu sebelum bangun dan di malam hari aku malah sibuk dengan rutinitas persiapan kerja esok hari. Padahal dirimu besok juga harus sekolah, dirimu tidak tahu mana yang harus dimasukkan ke dalam tas dan mana yang tidak. Parahnya, ketika pagi menjelang, aku memaksamu untuk cepat-cepat mandi dan mempersiapkan semuanya sendiri. Padahal seharusnya semua itu bisa kita lakukan sama-sama dengan menyenangkan.

Maafkan aku anakku, aku jarang menyampaikan cerita sebelum tidur padamu. Aku malah sibuk dengan facebook dan twitterku. Padahal facebook dan twitter tak punya perasaan. Kau lah alasan aku untuk hidup di dunia. Dirimu lah tanggung jawabku.

Maafkan aku istriku, jika aku tidak seperti rekan-rekanmu yang sholih. Aku tak sebanding dengan mereka. Maaf bila aku telah banyak berjanji tanpa bukti. Jika suamimu ini sering menyakiti hati. Bukan maksudku untuk membuatmu bersedih, tapi mungkin hatiku terlalu keras, terlalu lama membatu dan tak mampu merasakan kesenduan orang lain.

Maafkan aku Tuhan, aku telah banyak mengecewakanMu. Aku takut untuk berjanji lagi padaMu. Terus terang aku juga takut untuk menghadapMu dan menjawab semua pertanyaanMu, melihat kualitasku menjaga buah hatiku.

Dan terima kasih ya Tuhan, malam ini Kau menyadarkanku, melalui kata-kata pedas dari orang yang sangat mencintaiku. Kata-kata itu begitu menamparku. Bahkan aku layak ditampar jauh lebih banyak dari itu.

Hanya berulang-ulang kata maaf yang bisa aku ucapkan padaMu, pada istriku, dan pada kedua anakku. Semoga saja, aku mampu menyeret tubuhku yang penuh rasa malu, untuk berani melangkah seperti orang-orang yang memberi tauladan keluarga di dalam firman-Mu.

Aamiin.

ASP Fave

TAGS > , , , , ,

  • Princess Amanda @Princess_Coach9

    KerON….menginspirasi..

    Reply

Post a comment