BLOG

Lepaskan Hiu Kecil Anda

Sewaktu istri saya belajar sekitar satu setengah tahun di Universitas Nagoya, Jepang, banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan. Salah satunya adalah dari nelayan di Jepang. Saya jadi tahu apa rahasia mereka sehingga ikan mentah atau sashimi sangat nikmat dan harga jualnya pun mahal.

Jepang adalah bangsa yang sangat menyukai ikan, tidak seperti Indonesia, dengan lautan yang luas, perairan Jepang terbatas. Makin banyak mereka mengambil ikan di pesisir, lama kelamaan jumlah ikan pun menurun. Mau tidak mau mereka harus membuat kapal dengan ukuran besar sehingga bisa ke tengah lautan dan mendapat hasil yang lebih banyak.

Sekitar 2 minggu nelayan itu pergi ke tengah lautan, ketika kembali memang tangkapan mereka melimpah, namun karena sudah lebih dari beberapa hari, ikan yang mereka tangkap busuk dan tidak laku di pasaran.

Para nelayan pun tidak kehabisan akal. Mereka pun memodifikasi kapal dengan membuat lemari pendingin untuk ikan yang ditangkap. Dengan ini, ikan tidak cepat busuk. Ketika dapat ikan, mereka pun memasukkannya ke freezer. Dapat lagi, masuk ke freezer dan begitu seterusnya. Ketika kembali ke daratan, ikan memang tidak busuk, namun pembeli bisa membedakan mana ikan yang segar dan mana ikan beku. Akhirnya ikan beku para nelayan jarang ada pembeli.

Jepang terkenal bangsa cerdas. Para nelayan memodifikasi ulang kapalnya, lalu membuat kolam di dasar kapal. Sehingga ikan masih tetap hidup ketika sampai di daratan. Dapat ikan, masukkan ke kolam. Dapat lagi, masuk ke kolam, dan demikian seterusnya. Ketika nelayan kembali ke daratan, ikan tersebut kemudian dijual ke pasar. Laku? Ya, ikan tersebut laku. Tapi harganya sangat murah. Karena sashimi yang dihasilkan tidak sesegar ikan yang baru ditangkap di lautan. Apa bedanya? Sashimi terbuat dari daging ikan segar, ikan yang baru ditangkap dan lincah bergerak di lautan. Sedangkan ikan yang ditangkap di kapal sudah malas untuk bergerak, karena terlalu lama berada di kolam.

Para nelayan pun memutar otak, bagaimana supaya ikan yang ditangkap masih tetap segar dalam satu hingga dua minggu. Akhirnya kolam tetap dibiarkan. Ketika mereka berhasil menangkap ikan dan ikan di dalam kolam sudah mulai malas untuk bergerak, nelayan lalu melepaskan hiu-hiu kecil ke dalam kolam. Ikan yang awalnya malas berenang, menjadi panik dan kembali lincah untuk menghindari hiu-hiu kecil. Ketika sampai ke daratan, dan ikan tersebut dijual di pasar maka harganya pun menjadi mahal dan nikmat untuk dibuat sashimi.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil? Jika Anda ingin sukses, keahlian Anda dihargai mahal, maka jangan malas, teruslah bergerak dengan lincah untuk mencari ilmu dan keahlian. Jika semangat mulai turun, maka undanglah hiu-hiu kecil dalam hidup Anda. Supaya Anda terus bergerak dan terus berkarya. Apa hiu-hiu kecil itu? Hiu itu bisa impian yang Anda tulis, misal jika saya menjadi arsitek di usia 25 tahun, saya akan memberangkatkan orang tua saya untuk naik haji. Hiu itu juga bisa berupa janji Anda pada keluarga dan saudara.

Saya berharap setiap pribadi Anda punya hiu-hiu kecil yang mampu membuat Anda terus semangat sehingga bisa sukses. Ingat, sukses itu di tangan Anda sendiri bukan di tangan orang lain.

Salam Amazing.

Testimoni peserta workshop “Amazing Slide Presentation”

[embedplusvideo height=”365″ width=”600″ standard=”http://www.youtube.com/v/00N3TiMjrxA?fs=1″ vars=”ytid=00N3TiMjrxA&width=600&height=365&start=&stop=&rs=w&hd=0&autoplay=0&react=1&chapters=&notes=” id=”ep8646″ /]

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment