BLOG

Kunci Pemenang Kehidupan

Kita sekarang hidup di dunia, dunia yang penuh dengan persaingan dan kompetisi. Persaingan ini akan berakhir ketika usia kita berakhir. Saat itulah ajal datang menjemput. Namun, sebelum ajal mengambil nyawa, kita masih memiliki kesempatan untuk memenangi persaingan di dunia, dan meraih kebahagiaan hidup. Orang yang memenangi persaingan dunia inilah yang disebut sebagai manusia yang sukses atau berhasil. Dialah pemenang. Pemenang dalam hal apa? Bisa jadi persaingan dalam meraih harta, kedudukan, keilmuan maupun cinta dari orang-orang sekitar.

Di sisi lain, bagi Anda yang yakin dengan keberadaan Tuhan, tentu mempercayai sepenuhnya bahwa ada kehidupan setelah dunia. Sebagian besar manusia menyebutnya sebagai kehidupan akhirat. Di kehidupan akhirat ini ada dua tempat yang dituju, surga bila kita melakukan kebaikan dan neraka jika kita melakukan keburukan. Namun di kehidupan akhirat tidak akan ada persaingan. Yang ada hanyalah pembalasan. Lho, terus bagaimana kita harus memenangi kehidupan akhirat? Ternyata kehidupan akhirat persaingannya juga terjadi saat kita hidup di dunia.

Artinya, kita harus menjadi pemenang kehidupan dunia dan akhirat, ketika kita masih berada di dunia. Sukses di dunia, sukses pula di akhirat. Apakah bisa? Tentu bisa dan kita harus bisa.

Apa kunci untuk memenangi kehidupan dunia? Ada dua hal yang harus kita lakukan, pertama adalah merubah mindset kita tentang kemenangan hidup di dunia dan yang kedua melakukan perencanaan dan aksi nyata. Merubah pola pikir akan berakibat pada berubahnya tindakan. Setiap tindakan jika diulang-ulang akan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan jika dilakukan terus-menerus akan menjadi karakter. Nah, karakter pemenang inilah yang harus kita tumbuhkan dalam diri tiap manusia. Kemandirian, percaya diri, berani berusaha, adalah beberapa karakter diantaranya.

Sedangkan untuk memenangi kehidupan akhirat, ada beberapa hal yang harus kita jalani, diantaranya selalu menebar kebaikan dan menghindari keburukan. Tentu baik dan buruk yang saya maksud ini adalah baik dan buruk sesuai dengan aturan Tuhan. Bukan aturan manusia. Baik dan buruk sesuai dengan agama Anda, bukan baik dan buruk yang diingini oleh hawa nafsu manusia.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , ,

Post a comment