Kompetisi dan Duplikasi

Saya bergabung dengan banyak komunitas. Salah satu komunitas yang saya selalu ikuti perkembangannya adalah komunitas pengusaha. Komunitas ini selalu menarik untuk saya ikuti. Karena selain perputaran informasinya cepat, banyak hal baru, inovasi dan ide-ide cemerlang yang saya peroleh disini. Salah satunya adalah tentang kompetisi dan duplikasi produk. Baik itu barang maupun jasa.

Menjadi seorang pengusaha, berarti harus paham resikonya. Kompetisi dan duplikasi. Siap rugi, siap bersaing dan siap kalah. Bagi saya, justru orang-orang yang siap akan 3 hal tadi adalah pengusaha sejati. Merekalah yang memahami bahwa supaya supaya tidak rugi, tidak disaingi dan tidak kalah, mereka harus selalu berinovasi. Menciptakan produk baru, pengembangan produk yang lama, ganti kemasan, memperbaiki pelayanan hingga go online.

Namun resiko tetaplah resiko. Sebaik apapun kita mengembangkan produk, cepat atau lambat produk kita bisa segera diduplikasi oleh kompetitor. Entah itu kemasan, isi hingga sistem bisnis yang dikembangkan. Tentu disini seorang pengusaha tidak boleh sakit hati, karena duplikasi adalah keniscayaan dalam berwirausaha. Apalagi jika orang di sekeliling kita adalah orang yang hanya mengutamakan untung dan tidak mengenal etika bisnis. Tentu duplikasi kian marak. Hal ini ditambah dengan adanya pelatihan wirausaha yang mengajarkan prinsip ATP, Amati Tiru Persis yang tidak diimbangi dengan kesadaran diri soal etika bisnis.

Di dunia training pun demikian. Beberapa hari yang lalu, salah satu rekan saya, seorang trainer dan dokter sempat bersitegang dengan seorang pemateri seminar yang bergelar S3. Pemateri tersebut menggunakan slide yang sama persis dengan materi yang disusun oleh rekan saya. Telisik punya telisik, pemateri tersebut mendapatkan materi presentasi tadi dengan sekedar copas dari flasdisk orang lain. Saya pun sempat melihat beberapa kali seorang trainer menggunakan slide trainer lainnya tanpa izin. Duplikasi tidak mengenal profesi dan tingkat pendidikan. Uang bisa mengubah sifat manusia. Demi sekedar mendapat rupiah, menduplikasi sesuatu adalah hal yang sah walau menabrak etika.

Nah, bagi Anda yang sudah jatuh bangun merintis bisnis, namun dengan gampangnya kompetitor menduplikasi tanpa izin, jangan berkecil hati, boleh jadi kompetitor bisa menduplikasi produk Anda, namun mereka tak akan bisa menduplikasi diri Anda. Jadikan diri Anda sebagai bagian dari produk dengan branding pribadi. Sharing kisah tentang bagaimana Anda membesarkan produk Anda. Bagi kisah inspiratif saat Anda jatuh bangun memperjuangkan produk ditengah keraguan dan cemoohan orang lain. Ceritakan pada khalayak ramai bahwa produk Anda dibangun dari tetesan keringat dan air mata. Nilai inilah yang tidak dimiliki oleh kompetitor Anda. Dan hal inilah yang harus Anda jadikan bagian produk Anda.

Hal yang sama saya sharing di produk Amazing Slide series, baik pelatihan slide presentasi profesional (Amazing Slide Presentation) maupun pelatihan infografis (Amazing Slide MiniMAX). Selain saya ceritakan saat workshop, juga saya tuliskan dalam full ebook gratis yang bisa Anda download disini.

Anda pun bisa sharing kisah bisnis Anda di Amazing Slide CoWorking, 5 Maret 2016, Hotel Mercure Surabaya. Silakan mendaftar di 0857 3333 0407, promo sampai 20 Februari 2016 hanya cukup dengan 500 ribu untuk full day training ini.

Salam Amazing.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ISI DULU YA * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.