BLOG

Ketika Anda Dikritik

Tidak banyak pribadi yang mau menerima kritik. Karena sebagian besar orang menganggap kritik itu menyakitkan hati. Kritik membuat kita enggan untuk memperbaiki diri sesuai keinginan orang yang mengkritik.

Saya pun awalnya demikian. Sakit hati ini ketika diri saya disinggung. Saya pernah dikritik tidak mampu menjadi inspirator yang baik. Saya juga pernah diprotes oleh rekan, karena dianggap perkataan dan perbuatan saya berlainan. Memang jika dipikir pendek, kritik itu menyayat harga diri. Individu ini serasa direndahkan. Namun bila dipikir panjang, ternyata kritik tidaklah demikian.

Anda tentu pernah melihat audisi penyanyi, akting dan sejumlah seleksi bintang di layar televisi. Salah satu sesi adalah pemberian kritik oleh dewan juri. Peserta dikritik di depan kamera, dan dilihat seluruh rakyat Indonesia. Tentu malu, karena kekurangannya diungkap. Namun dia menerima, karena sadar bahwa kritik diberikan sehingga penampilannya makin baik dari waktu ke waktu.

Demikian juga saya dan Anda. Coba bayangkan, andai Anda tidak pernah dikritik. Anda tidak pernah diarahkan. Maka tentu Anda tidak tahu kemana diri Anda melangkah. Anda juga tidak mengerti apakah jalan yang Anda tempuh ini benar atau tidak.  Bila tidak ada kritik, Anda akan kesasar. Jika tanpa kritik, Anda akan merasa benar, meski Anda dalam posisi bersalah. Jadi, anggap saja kritik bertujuan untuk mengarahkan Anda ke jalan yang seharusnya. Terima dan cobalah untuk mengoreksi diri.

Memang tidak ada manusia manusia yang sempurna. Tidak ada manusia yang bisa selalu sabar ketika dikritik keburukannya. Dan tidak ada manusia yang bisa langsung berubah 180 derajat melawan bad habit-nya. Akan tetapi, manusia mampu tahap demi tahap, menjadi lebih baik dari sebelumnya. Memperbaiki diri adalah sebuah proses. Bukan sesuatu yang instan.

Nah, ini adalah pesan bagi saya pribadi maupun Anda. Jika kita dikritik, coba renungkanlah kritik tersebut. Ambil positifnya. Gunakan untuk memperbaiki diri. Karena kritik adalah ajang pembelajaran menjadi pribadi berjiwa besar.

Pages: 1 2

TAGS > , , , , , , , , , , ,

Post a comment