BLOG

Jangan Remehkan Slide

Slide presentasi adalah hidup saya. Sebuah profesi adalah pilihan, dan menjadi trainer slide presentasi adalah profesi yang telah saya pilih. Saya memahami konsekuensinya. Di dunia presentasi, banyak yang masih menganggap slide hanya sekedar alat bantu. Selain itu, banyak pula yang enggan untuk mendesain slide, menurut mereka slide sekedar menjadi tools untuk mengingatkan alur presentasi, menampilkan poin-poin penyampaian mereka dan menjadi pelengkap presentasi semata. Benarkah demikian? Jujur, saya akan mengatakan tidak. Jangan remehkan slide.

Disini saya akan mencoba memberi tanggapan bagi masing-masing pihak yang memandang slide presentasi sebelah mata. Apa sajakah itu?

1. Slide hanya alat bantu. Benarkah? Baik, saya mencoba menyetujui pendapat Anda. Alat bantu merupakan perlengkapan yang menunjang atau mendukung sesuatu yang lain. Coba kita hitung-hitungan angka sedikit. Seberapa besar prosentasi alat bantu untuk menunjang hal yang lain. Boleh jadi sekitar 50%, atau hanya 30% atau malah sekitar 5%. Jika memang demikian, jika tanpa alat bantu, apakah presentasi Anda bisa full 100%? Tentu saja tidak. Karena penunjang presentasi Anda sudah dihapus dari kelengkapan presentasi. Nah, jika slide bisa membuat presentasi Anda bisa 100%, mengapa disebut hanya alat bantu? Terus terang saya tidak sependapat dengan hal ini. Slide adalah komponen presentasi yang tak terpisahkan dari materi dan teknik presentasi Anda. Maka jangan remehkan slide.

2. Slide tidak perlu didesain, cukup dibuat. Baik, ini adalah opini kedua bagi siapapun yang merasa keberatan dengan pendapat bahwa slide harus didesain. Mengapa keberatan? Kepada beberapa orang yang berdialog dengan saya tentang slide presentasi sebelum mengikuti pelatihan Amazing Slide Presentation, slide yang didesain akan memakan waktu lama. Ribet dan tidak praktis. Baiklah, namun cobalah kita introspeksi sejenak. Ibarat orang yang belajar mengemudi, tentu skill mengemudi tidak bisa diperoleh secara singkat. Butuh latihan dan latihan.

Mengapa orang-orang menyebut slide yang didesain itu ribet? Karena mereka belum terbiasa mendesain slide. Bagi mereka, copy paste makalah ke dalam slide powerpoint lebih cepat dan praktis. Sedangkan menurut pendapat saya, kepraktisan bukanlah sudut pandang presenter. Kepraktisan dalam presentasi adalah sudut pandang audiens. Praktis dalam menerima materi, sederhana dalam berpikir hingga mampu mempengaruhi dan menggerakkan mereka. Lebih baik kita bersusah payah mendesain slide, demi praktisnya audiens menerima materi kita.

3. Yang penting teknik presentasinya bagus. Saya setuju, teknik presentasi harus bagus. Namun bukan berarti mengabaikan slide presentasi. Jika kita serius memperbaiki teknik penyampaian presentasi, maka seharusnya kita juga serius belajar slide. Karena slide juga bagian dari presentasi Anda.

Nah, inilah 3 tanggapan saya tentang opini yang berkembang soal slide presentasi, semoga menambah keilmuan Anda dan kepedulian Anda terhadap pentingnya slide.

Oke, malam ini, saya mau istirahat dulu. 3 hari ini saya masih di Jakarta untuk inhouse Amazing Slide Presentation di Kementerian Kesehatan RI sebelum kembali ke Jepang Jumat besok. Nantikan workshop Amazing Slide berikutnya, selain di Indonesia, ASP akan dilangsungkan di Nagoya, Hongkong dan Taiwan.

Jangan remehkan slide, dan selamat beristirahat.

Salam Amazing.

 

TAGS > , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment