BLOG

Investasi Kebahagiaan Anda

Setiap pribadi yang ingin bahagia, pasti butuh investasi. Modal yang digunakan untuk menunjang kebahagiaan. Investasi bisa berupa ilmu, maupun harta benda. Namun ternyata, investasi terbesar yang menunjang kebahagiaan Anda bukanlah dua hal di tersebut. Lalu apakah itu?

Saya memperoleh jawaban pertanyaan ini dari kisah yang disampaikan istri saya. Dirinya memiliki rekan yang bekerja di sebuah institusi pendidikan. Ketika sang rekan hamil anak pertama dan berusia delapan bulan, seperti biasa calon ibu akan mengajukan cuti melahirkan. Umumnya cuti yang diberikan bervariasi antara 2 hingga 3 bulan.

Yang mengejutkan, pihak institusi hanya memberikan tenggang waktu 22 hari untuk cuti melahirkan. Dengan alasan minimnya tenaga pengajar, profesionalitas guru dan status institusi unggulan. Padahal mencari guru pengganti selama cuti tidaklah sulit, begitu banyak orang yang membutuhkan pekerjaan. Namun ternyata solusi ini tidak dilakukan.

Para pemenang kehidupan.

Melahirkan seorang anak bukan perkara mudah. Agama malah memberi balasan surga bagi wanita yang meninggal saat melahirkan. Proses melahirkan benar-benar perjuangan antara hidup dan mati. Saya sendiri mengetahui bagaimana perjuangan istri saya saat melahirkan, karena saya ikut menemaninya di ruang bersalin.

Di dalam agama kita bisa mengetahui batas nifas wanita melahirkan sekitar 40 hari. Itupun belum sembuh benar. Rasa nyeri di sekitar perut, bangun di tengah malam untuk menyusui, tidak kuat membawa barang berat, dan masih keluarnya sisa darah seringkali mewarnai hari-hari para Ibu. Saya merasa sangat aneh, jika ada atas nama profesionalitas, lembaga, perusahaan atau badan usaha manapun memperpendek cuti melahirkan.

Lalu, bagaimana rekan istri saya tadi menganggapi massa cutinya yang hanya 22 hari? Ternyata rekan istri saya tadi menjawabnya dengan kalimat yang luar biasa,

Saya tidak peduli dengan pekerjaan saya, saya tidak peduli dengan karir saya. Karena bukan itu yang membuat saya bahagia. Kebahagiaan adalah saat saya menyayangi anak saya. Ketika saya membelai kulitnya. Menggendongnya. Bangun di malam hari untuk menyusuinya.

Bagi saya, anak adalah investasi kebahagiaan. Pekerjaan bisa dicari lagi, namun buah hati saya tak terganti. Dialah permata, saya tidak akan memalingkan kasih sayang darinya sedetik pun.”

Jawaban ini masih terngiang di telinga saya hingga sekarang. Saat ini saya masih memandang si kecil yang terlelap. Saya sadar, anak adalah investasi terbesar untuk kebahagiaan saya. Saya termotivasi bekerja untuk mereka. Saya berhasil menumbuhkan cinta keluarga yang utuh, juga karena kedua buah hati saya. Dan saya bisa lebih dekat pada Tuhan, faktor terbesarnya adalah anak saya.

Anak adalah investasi terbesar hidup Anda, jika Anda ingin benar-benar bahagia, jangan palingkan kasih sayang Anda dari mereka sedetik pun.

Salam Pemenang Kehidupan.

TAGS > , , , , , , , , , , , ,

  • nurhidajati68

    senang menemukan tulisan yang sangat sesuai dengan keadanku saat ini . Terimakasih tak terhingga buat penulis …Semoga membangun diriku juga kaum hawa lainnya ke depan Amin.

    Reply

Post a comment