BLOG

Indikator Udara Bersih

Ketika saya mempelajari ilmu Biologi lingkungan ada salah satu bab yang menarik saya, bab itu menjelaskan tentang adanya hewan-hewan tertentu yang menjadi indikator udara bersih. Hewan tersebut hanya mau hidup di tanah yang subur, kelembaban udara tinggi, oksigen berlimpah dan air yang jernih. Dari sekian banyak contoh bioindikator udara bersih tersebut ada 3 hewan yang menonjol, yaitu kunang-kunang, burung kolibri dan kupu-kupu. Jika Anda jarang mendapati ketiganya terutama di perkotaan, maka dipastikan udara sekitar Anda kurang bersih.

Supaya 3 hewan tersebut hadir kembali di sekitar kita caranya bukan dengan menangkap mereka di daerah bersih lalu membawa mereka ke dekat rumah kita. Karena daya tahan hidup mereka tak akan bertahan lama. Namun dengan cara menciptakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Niscaya hewan tersebut akan kembali hadir di sekeliling Anda.

Memang hal tersebut memerlukan waktu tidak singkat. Anda perlu menciptakan taman dengan nuansa hijau, menjauhkan polusi kendaraan dan udara di sekitar rumah, memupuk tanah dan menggemburkannya sehingga punya daya tarik bagi mikroba tanah dan berhenti membuang sampah ke sungai dan selokan. Tidak mudah memang mendatangkan hewan indikator udara bersih tersebut. Namun jika mereka hadir, dipastikan udara sekitar Anda bersih dan berkualitas tinggi.

Adanya indikator udara bersih di atas sebenarnya mirip pula dengan jalan hidup kita, berbisnis misalnya. Jika kita menginginkan rezeki yang bersih maka kita harus memahami apa yang menjadi indikator bisnis yang bersih tersebut. Bisnis tidak akan jadi bersih dan berkah jika menghalalkan segala cara kemudian berusaha “mensucikan” keuntungan dengan bersedekah. Ini mirip seperti mendatangkan kunang-kunang ke rumah kita yang kotor dan berharap udara bisa bersih. Tentu saja bukan demikian.

Untuk membuat bisnis kita bersih dan berkah adalah mengkondisikan diri kita untuk memahami apa itu bisnis yang bersih. Menghadirkan lingkungan yang bersih sehingga kebaikan bisnis bersih itu datang. Kita bisa memulai dengan membiasakan berdoa sebelum bekerja, merutinkan dhuha, berjual beli barang halal, menjauhi riba dan suap untuk memuluskan bisnis, hingga bersedekah dan berzakat saat memperoleh keuntungan.

Memahami indikator rezeki bersih mirip dengan memahami indikator udara bersih.

Tugas kita adalah menciptakan lingkungan yang mendukung sehingga kebaikan itu hadir.

Semoga kita terus bisa meluaskan bisnis dan rezeki kita sehingga bermanfaat bagi banyak orang.

Salam Amazing.

TAGS > , , , , , , , , , , , , , , ,

Post a comment